Perkembangan platform media sosial Tiktok telah melahirkan berbagai fenomena komunikasi, salah satunya adalah munculnya konten-konten yang menggambarkan pengalaman overthinking pasca interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena overthinking setelah berbicara pada pengguna Tiktok melalui perspektif psikologi komunikasi. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan Teknik analisis isi (content analysis) terhadap konten Tiktok berupa video, narasi, caption, dan komentar pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena tersebut merupakan manifestasi dari Post-Event Processing (PEP), yakni proses kognitif berupa evaluasi diri yang berulang dan negative setelah peristiwa komunikasi berakhir. Melalui mekanisme Computer Mediated Communication (CMC), Tiktok berperan mengubah pengalaman psikologis yang semula bersifat individual menjadi pengalaman kolektif (Share experience) melalui interaksi di kolom komentar. Temuan ini memperlihatkan bahwa Tiktok tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang psikologis kolektif tempat individu mengekspresikan, memaknai, dan memvalidasi kondisi psikologis mereka bersama komunitas digital.
Copyrights © 2026