Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan simbol dalam puisi Das Brot des Volkes karya Bertolt Brecht yang merepresentasikan kesenjangan sosial pada masyarakat Jerman Timur (DDR) serta menganalisis penerapannya sebagai modul pembelajaran dalam mata kuliah Literatur und Gesellschaft. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Michael Riffaterre melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik. Data penelitian diperoleh dari teks puisi Das Brot des Volkes dan hasil penerapan modul pembelajaran yang dikumpulkan melalui close reading, observasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol Brot merepresentasikan keadilan sosial sebagai kebutuhan dasar masyarakat, sedangkan simbol Hunger dan Unzufriedenheit menggambarkan penderitaan serta ketidakpuasan sosial akibat ketidakadilan. Sementara itu, simbol Liebe dan Wissen menunjukkan nilai kemanusiaan yang menjadi dasar terciptanya keadilan. Simbol-simbol tersebut merefleksikan kesenjangan sosial dalam kehidupan masyarakat Jerman Timur. Hasil analisis puisi kemudian diterapkan dalam pembelajaran Literatur und Gesellschaft melalui model Case-Based Learning. Penerapan modul menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memahami simbolisme, kritik sosial, dan hubungan antara karya sastra dengan realitas sosial. Dengan demikian, karya sastra dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran untuk mengembangkan kesadaran sosial mahasiswa
Copyrights © 2025