Hadroh art in Islamic boarding schools offers the advantage of being a learning tool that can unite spiritual, social, and character values in real applications. Through group activities, hadroh plays a role not only as a religious art, but also as a medium for internalizing Islamic values effectively. The purpose of this study is to explore how Islamic values are internalized through Hadroh Al-Mannar art in Tri Bhakti At-Taqwa Islamic Boarding School. In addition, this study also aims to identify the values formed in the students and examine the objects and factors that support and hinder the process. This study also seeks to understand the importance of planned guidance in shaping the character of students. The method used in this study is qualitative with a focus on case studies. Data were collected through 28 days of participatory observation, in-depth interviews, and documentation, supplemented by purposive sampling techniques and data analysis using the model from Miles and Huberman. The findings of this study indicate that the process of internalizing values is carried out through habits, role models, and social conditioning. The values formed consist of spiritual aspects (patience, serenity, gratitude), social (mutual cooperation, brotherhood), and character (discipline, responsibility). Theoretically, this study emphasizes that the art of hadroh as a collective experience can strengthen the process of internalizing values more effectively when compared to traditional learning methods. ABSTRAK Seni hadroh yang ada di pesantren menawarkan keuntungan sebagai alat pembelajaran yang dapat menyatukan nilai-nilai spiritual, sosial, dan karakter dalam aplikasi nyata. Melalui kegiatan kelompok, hadroh berperan tidak hanya sebagai seni keagamaan, tetapi juga sebagai media untuk menginternalisasi nilai-nilai Islam secara efektif.Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Islam diinternalisasikan melalui seni Hadroh Al-Mannar di Pondok Pesantren Tri Bhakti At-Taqwa. Selain ini, studi ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai yang terbentuk dalam diri para santri serta mengkaji objek dan faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Penelitian ini juga berupaya untuk memahami pentingnya pembinaan yang terencana dalam membentuk karakter santri.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan fokus pada studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif selama 28 hari, wawancara mendalam, serta dokumentasi, ditambah dengan teknik purposive sampling dan analisis data menggunakan model dari Miles dan Huberman.Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai dilakukan melalui kebiasaan, keteladanan, dan pengkondisian sosial. Nilai-nilai yang terbentuk terdiri dari aspek spiritual (sabar, ketenangan, syukur), sosial (gotong royong, ukhuwah), serta karakter (disiplin, tanggung jawab).Secara teoritis, studi ini menggaris bawahi bahwa seni hadroh sebagai suatu pengalaman kolektif mampu memperkuat proses internalisasi nilai dengan lebih efektif bila dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional.
Copyrights © 2026