LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Vol. 6 No. 3 (2026)

MAKNA SIMBOLIK TARI MANDAU KALIMANTAN TENGAH: KAJIAN ETNOKOREOLOGI DAN INTERNALISASI NILAI KARAKTER PADA SISWA

Nuryeni Nuryeni (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia)
Daroe Iswatiningsih (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia)
Lisna Lisna (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
28 Jun 2026

Abstract

ABSTRACT Mandau Dance is one of the traditional arts of the Dayak community in Central Kalimantan that embodies symbolic meanings and local wisdom, making it a potential medium for strengthening character education amid the modernization that influences younger generations. This study aims to describe the symbolic meanings of the movements and properties used in Mandau Dance and to explain the process of internalizing character values among students through cultural arts learning in schools. The study employed an ethnokoreological approach with a descriptive qualitative method to understand the relationship between dance art and the cultural life of the supporting community. The research stages included data collection through observation of Mandau Dance performances, interviews with students, and documentation, followed by data analysis through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the movements of Mandau Dance symbolize courage, heroism, respect for ancestors, unity, and the spirituality of the Dayak people. The dance properties, including the mandau (traditional sword), shield, and traditional costume, carry symbolic meanings related to cultural identity, protection, and the characteristics of the Dayak community. The internalization of character values was carried out through cultural arts learning by instilling discipline, responsibility, cooperation, courage, and appreciation for local culture through dance practice and understanding the meanings of movements and cultural symbols. Therefore, Mandau Dance functions not only as a cultural heritage but also as an effective medium for character education that helps students develop positive attitudes and behaviors, appreciate regional culture, and apply these values in their daily lives. ABSTRAK Tari Mandau merupakan salah satu kesenian tradisional masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang mengandung nilai simbolik dan kearifan lokal yang berpotensi menjadi sarana penguatan pendidikan karakter di tengah arus modernisasi yang memengaruhi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik gerakan dan properti dalam Tari Mandau serta menjelaskan proses internalisasi nilai karakter siswa melalui pembelajaran seni budaya di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan etnokoreologi dengan metode deskriptif kualitatif untuk memahami keterkaitan antara seni tari dan kehidupan budaya masyarakat pendukungnya. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data melalui observasi pertunjukan Tari Mandau, wawancara dengan siswa, dan dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan Tari Mandau merepresentasikan nilai keberanian, semangat kepahlawanan, penghormatan terhadap leluhur, persatuan, dan spiritualitas masyarakat Dayak. Properti tari berupa mandau, tameng, dan kostum adat memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan identitas budaya, perlindungan, dan karakter masyarakat Dayak. Internalisasi nilai karakter dilakukan melalui pembelajaran seni budaya dengan menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, keberanian, dan kecintaan terhadap budaya lokal melalui praktik tari serta pemahaman makna gerak dan simbol budaya. Dengan demikian, Tari Mandau tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang efektif dalam membentuk sikap dan perilaku siswa agar lebih menghargai budaya daerah serta mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

learning

Publisher

Subject

Education

Description

LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan ...