CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
Vol. 6 No. 3 (2026)

MEKANISME PSIKO-SPRITUAL PRAKTIK DO’A NABI ZAKARIA DALAM QS. MARYAM AYAT 3–4 SEBAGAI JIWA AGAMA

Fitri Andriyani (Prodi Magister Pendidikan Agama Islam)
Komarudin Sassi (Universitas Al-Qur’an Al Ittifaqiah (UQI))



Article Info

Publish Date
22 Jun 2026

Abstract

ABSTRAK Prayer is a fundamental act of worship in Islam; however, studies on Prophet Zakaria’s prayer in Q.S. Maryam verses 3–4 have predominantly focused on the miracle of Prophet Yahya’s birth and moral exemplification, while the psycho-spiritual mechanisms embedded within the structure of the prayer remain underexplored. This study aims to analyze the psycho-spiritual dimensions of Prophet Zakaria’s prayer and to explain how Q.S. Maryam verses 3–4 affirm prayer as the soul and essence of religion. Employing a qualitative approach through library research, the study uses Q.S. Maryam verses 3–4 and the exegeses of Ibn Kathir and M. Quraish Shihab as primary sources, complemented by relevant scholarly literature on prayer, Islamic spirituality, and Islamic psychology. Data were analyzed using the thematic interpretation (tafsīr mawḍū‘ī) method with a psycho-spiritual perspective. The findings reveal three major dimensions: sincerity and intimacy with Allah through nidā’an khafiyyan (a private supplication), awareness of human limitation through the acknowledgment of physical weakness, and spiritual optimism reflected in the phrase lam akun bi-du‘ā’ika rabbi shaqiyyan. These findings demonstrate that prayer functions as an expression of faqr (spiritual poverty), a means of developing spiritual resilience, and a pathway to attaining qurb (closeness to Allah). Therefore, Q.S. Maryam verses 3–4 affirm prayer as the spiritual core of worship and the very essence of religion in Islam. ABSTRAK Doa merupakan inti penghambaan dalam Islam, namun kajian tentang doa Nabi Zakaria dalam Q.S. Maryam ayat 3–4 masih lebih banyak difokuskan pada aspek mukjizat kelahiran Nabi Yahya dan keteladanan spiritual, sementara mekanisme psiko-spiritual yang terkandung di dalam struktur doanya belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme psiko-spiritual dalam doa Nabi Zakaria serta menjelaskan bagaimana Q.S. Maryam ayat 3–4 meneguhkan doa sebagai jiwa dan hakikat agama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Data primer berupa Q.S. Maryam ayat 3–4 dan kitab tafsir Ibnu Katsir serta Tafsir Al-Mishbah, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai literatur ilmiah terkait doa, spiritualitas Islam, dan psikologi Islam. Analisis dilakukan menggunakan metode tafsir tematik (tafsīr mawḍū‘ī) dengan pendekatan psiko-spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doa Nabi Zakaria memuat tiga dimensi utama, yaitu keikhlasan dan kedekatan dengan Allah melalui nidā’an khafiyyan, kesadaran akan keterbatasan diri melalui pengakuan kelemahan fisik, serta optimisme spiritual melalui ungkapan lam akun bi-du‘ā’ika rabbi shaqiyyan. Temuan ini menegaskan bahwa doa berfungsi sebagai ekspresi faqr, sarana membangun resiliensi spiritual, dan jalan mencapai qurb kepada Allah. Dengan demikian, Q.S. Maryam ayat 3–4 meneguhkan doa sebagai ruh penghambaan dan hakikat agama dalam Islam.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

cendekia

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu ...