Sikap orang tua merupakan determinan kunci dalam keberhasilan pendidikan inklusif, namun masih ditemukan persepsi negatif terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) di Indonesia. Intervensi yang ada umumnya berfokus pada aspek kognitif dan belum mengintegrasikan dimensi nilai yang berpotensi memperkuat perubahan sikap secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas program intervensi SERASI (Sekolah Ramah Inklusi) berbasis psikologi Islam dalam meningkatkan sikap orang tua terhadap siswa berkebutuhan khusus. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen one-group pretest-posttest yang melibatkan 38 orang tua siswa PAUD inklusi di Kota Padang. Intervensi mengintegrasikan psikoedukasi, experiential learning, serta internalisasi nilai rahmah (compassion), sabr (patience), dan tawakkul (trust). Pengukuran dilakukan menggunakan skala PATCH. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada sikap orang tua, dari skor rata-rata pretest (M = 78,42; SD = 7,12) menjadi posttest (M = 85,76; SD = 8,90), t (37) = -6,214, p < 0,001, dengan effect size besar (d = 1,01). Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi SERASI efektif dalam membentuk sikap inklusif melalui integrasi psikoedukasi, pengalaman langsung, dan nilai psikologi Islam. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan intervensi berbasis nilai yang kontekstual dalam pendidikan inklusif PAUD serta menegaskan pentingnya pelibatan orang tua dalam membangun ekosistem inklusi.
Copyrights © 2026