Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: BAGAIMANA PENGARUH PENERIMAAN ORANG TUA? Wirza Feny Rahayu; Frieda Maryam Mangunsong
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.467-476

Abstract

Being a parent with a child with special needs is a challenge that can cause stressful situations in care. This situation affects the psychological condition of children and harms their social-emotional abilities. The relationship between parents and children is the main influence that shapes a child's social-emotional abilities. This study aims to further review the effect of parental acceptance on the social-emotional abilities of children with special needs. This study involved 291 participants from various regions in Indonesia. The analysis was carried out with regression analysis. The results of this study found that the influence of parental acceptance on the social-emotional abilities of children with special needs (B=0.338) was significant at Los 0.05. Menjadi orang tua dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan suatu tantangan yang dapat menyebabkan situasi stres dalam pengasuhan. Keadaan ini berpengaruh terhadap kondisi psikologis anak dan berdampak negatif pada kemampuan sosial emosional mereka. Padahal, hubungan antara orang tua dengan anak merupakan pengaruh utama yang membentuk kemampuan sosial emosional anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau lebih jauh mengenai pengaruh penerimaan orang tua terhadap kemampuan sosial emosional anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini melibatkan 291partisipan dari berbagai daerah di Indonesia. Analisis dilakukan dengan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh penerimaan orang tua terhadap kemampuan sosial emosional anak dengan kebutuhan khusus (B = 0.338) signifikan pada LoS 0.05.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Tingkat Kebahagiaan pada Mahasiswa Perantau Psikologi Universitas Negeri Padang Adissah Putri Herdiati; Khairiah Rawita; Rahid Azizul Hakim; Ramilah Suta; Wirza Feny Rahayu
Jurnal Medika Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v3i1.1617

Abstract

This research aims to find out whether there is a relationship between social support and happiness in migrant students at the Faculty of Psychology, Padang State University. This research uses quantitative methods with a correlational design. A total of 100 migrant students were randomly selected as samples. Data was collected using a questionnaire about social support and happiness which has been proven to be valid and reliable. The results of the analysis show that social support has a significant positive relationship with happiness, with a correlation value of r = 0.575 (p < 0.05). This means, the more social support students receive, the happier they are. This research confirms that social support, whether from family, friends, or the campus community, really helps migrant students face the challenges of life in new environment. Therefore, it is important to strengthen social support networks to increase the happiness of migrant students.
EKSPLORASI EMOSI MARAH DALAM BUDAYA MINANGKABAU Jihan Hafizhah Rahmah; Berliana Merry Sunyoto; Siti Nabila Safitri; Sherly Yulitri; Wirza Feny Rahayu
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v10i2.10280

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran Eksplorasi Emosi Marah dalam Budaya Minangkabau. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 3 orang yang merupakan keturunan minang yang besar dan tumbuh dalam budaya Minang dan dewasa awal sampai akhir. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan pendekatan fenomenologi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode interpretative phenomenological analysis (IPA). Penelitian ini mengeksplorasi gambaran emosi marah dalam budaya Minangkabau yang sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya budaya minangkabau, norma sosial, dan adat istiadat yang kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emosi marah tidak hanya sekedar respon fisiologis tetapi juga fenomena yang kompleks, melibatkan aspek biologis, emosional, intelektual, sosial, dan spiritual yang dituangkan oleh budaya minangkabau. Secara biologis, kemarahan ditandai dengan gejala seperti peningkatan detak jantung, tekanan darah, gemetar, dan respon otot yang menegang. Dalam penelitian ini juga menyoroti adanya pengaruh pengalaman masa lalu dan pola pikir dalam membentuk respon terhadap kemarahan. Pengalaman sebelumnya yang negatif sering kali memperkuat reaksi emosional terhadap situasi serupa di masa kini. Selain itu, aspek spiritual berperan dalam mengatur perilaku, di mana individu merasa bersalah setelah marah jika tindakan mereka melanggar prinsip moral atau agama.
Ekspresi Emosi dari Keluarga yang Memiliki Pasien Penyakit Skizofrenia Saffany Puteri Haniyashfira; Delzi Nurhafifah; Salma Novianti; Vinnatha Syella. Jd; Wirza Feny Rahayu
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 3 No. 2 (2025): May :Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v3i2.1022

Abstract

Schizophrenia is a syndrome characterized by a disturbance in an individual's behavior that makes the individual's behavior strange. Individuals will also experience delusions, hallucinations and emotions. This study aims to analyze the expression of emotions of families who have family members with schizophrenia. Then also to find out the dynamics and impact on the family. This research is a qualitative research with literature review method by collecting and analyzing relevant articles published from 2014-2024. The form of article collection uses the Google Scholar database. Based on the source of the article, the results obtained show that the emotional expression of the family of schizophrenia patients can affect the frequency of relapse in patients. High emotional expression in patients such as excessive criticism and hostile behavior can cause intense relapse in patients. While low emotional expression and providing more support to patients can reduce the frequency of relapse and improve the recovery process in schizophrenia patients. This study focuses on the importance of emotional management in families and providing more support as an effort to care for schizophrenic patients
Dampak Kecanduan Gadget Terhadap Emosi dan Kepribadian Remaja Azzahra, Sabrina; Nainggolan, Tsyem Wani Calara; Addini, Khalisa Nafila; Sahalina, Dwinita; Rahayu, Wirza Feny
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i1.344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kecanduan gadget terhadap emosi dan kepribadian remaja. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan menganalisis 22 artikel ilmiah dari jurnal nasional dalam rentang waktu 2014-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan gadget berdampak signifikan pada ketidakstabilan emosional, seperti kecemasan dan depresi, serta memengaruhi interaksi sosial dan perkembangan kepribadian remaja. Penggunaan gadget secara berlebihan mengurangi kemampuan sosial, seperti empati dan adaptasi, yang berpotensi menyebabkan isolasi sosial. Namun, gadget juga memberikan dampak positif, seperti akses informasi dan peluang ekspresi diri, jika digunakan secara bijak. Penelitian ini menekankan pentingnya peran orang tua dan institusi pendidikan dalam memberikan pengawasan dan panduan penggunaan gadget untuk mencegah dampak negatif serta mendukung perkembangan remaja secara optimal.
Tinjauan Peran Health Belief Model Terhadap Perilaku Diet Sehat Pada Dewasa Awal Di Kota Padang: Tinjauan Peran Health Belief Model Terhadap Perilaku Diet Sehat Pada Dewasa Awal Di Kota Padang Puan Maharani; Hanifa Azura Nurhamsyah; Khalisha Nafila Addini; Lulu Hardiana; Era Fikhamsuna Purba; Ruri Fhadillah Ihsan; Wirza Feny Rahayu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman subjektif individu dewasa awal di Kota Padang dalam menjalani diet sehat, dengan menggunakan kerangka Health Belief Model (HBM) yang meliputi enam aspek utama: persepsi terhadap kerentanan, tingkat keparahan, manfaat, hambatan, isyarat untuk bertindak, serta keyakinan diri. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif fenomenologis melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tiga partisipan yang memiliki pengalaman menjalani diet sehat. Temuan menunjukkan bahwa kesadaran akan risiko kesehatan, pengalaman pribadi atau dari lingkungan terdekat, serta manfaat yang dirasakan seperti meningkatnya energi dan rasa percaya diri, menjadi motivasi utama untuk menjalani pola makan sehat. Meski partisipan menghadapi berbagai hambatan, seperti keterbatasan biaya, tekanan dari lingkungan sosial, dan tekanan emosional, mereka mampu mengatasinya melalui dukungan dari orang sekitar, strategi yang adaptif, serta peningkatan efikasi diri. Penelitiian ini menegaskan bahwa elemen-elemen dalam HBM saling berkaitan dalam membentuk perilaku diet sehat di kalangan dewasa awal, serta menyoroti peran penting dukungan sosial dan penguatan diri dalam menjaga konsistensi perubahan perilaku dalam jangka panjang.
Pengaruh Illness Cognition terhadap Tingkat Stres pada Mahasiswa Rantau Penderita Penyakit Maag di Kota Padang: The Effect of Illness Cognition on Stress Levels in Students with Gastric Ulcers in Padang City Amanda Nofriandini; Nurhayati; Marsha Nafisa; Khaila Chantika Sari; Qurratu Nisaa’ Pingatian; Andini Oktary; Wirza Feny Rahayu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh illness cognition terhadap tingkat stres pada mahasiswa rantau yang menderita penyakit maag di Kota Padang. Hipotesis dalam penelitian ini berkaitan dengan bagaimana illness cognition berpengaruh terhadap tingkat stres yang dirasakan oleh mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa rantau dari berbagai perguruan tinggi di Kota Padang yang memiliki riwayat penyakit maag, dengan jumlah partisipan sebanyak 211 orang. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner daring yang menggunakan alat ukur Illness Cognition Questionnaire (ICQ) dan Perceived Stress Scale (PSS-10). Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa illness cognition berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat stres (p < 0,001; ? = -0,479). Semakin tinggi illness cognition, maka semakin rendah tingkat stres yang dialami. Temuan ini menunjukkan bahwa pemaknaan positif terhadap penyakit dapat menjadi faktor pelindung terhadap stres.
Pengalaman Guru Mendampingi Regulasi Emosi Anak Intellectual Disability dalam Interaksi Sosial di SLB Amanah Padang Wahyudi, Muhammad; Deya, Citra Rahma; Hapsari, Friskha; Zalmy, Shaztry; Rahayu, Wirza Feny
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 3 No. 6 (2025): Mei - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v3i6.3135

Abstract

Children with intellectual disabilities often experience challenges in social interaction due to limited emotional regulation skills. This study aims to explore the role of emotion regulation in shaping the social interactions of children with intellectual disabilities. Using a descriptive qualitative approach and a case study method, the research focuses on a single student at SLB Amanah Padang. The findings reveal that the subject has difficulty recognizing, managing, and expressing emotions appropriately. Emotional regulation difficulties are closely linked to impulsive behavior, limited peer relationships, and emotional withdrawal. The unsupportive family environment further hinders emotional development, as the subject’s parents also have intellectual disabilities. Nevertheless, teacher support plays a crucial role in developing the child’s emotional and social skills through individualized approaches and positive reinforcement. This study underscores the importance of emotional intervention strategies in special education settings to improve both emotional regulation and social competence in children with intellectual disabilities.
Strengthening coastal teachers’ career guidance capacity through digital module training: A training of trainers approach Hasanah, Afifah Nur; Asrila, Agitia Kurniati; Rahmi, Iftita; Hidayati, Izzanil; Rahayu, Wirza Feny; Juwita, Silvia; Deri, Putri Sukma; Dalimunthe, Hanifa Laura; Guspa, Anindra; Irta, Aflah Zakinov; Susanti, Roza Eva
Community Empowerment Vol 10 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.14949

Abstract

High school graduates in Indonesia's coastal areas, including Agam Regency, face high unemployment rates due to limited access to career information and curriculum gaps. This community service program aims to strengthen the capacity of teachers at SMAN 1 Tanjung Mutiara in providing career guidance through digital module-based training using a Training of Trainers (ToT) approach. Twenty-two teachers participated in the training, which was evaluated using the Kirkpatrick model at the reaction and learning levels. The results indicated high participant satisfaction regarding the training materials and facilities. Furthermore, 81% of participants showed an increase in knowledge, supported by the Wilcoxon signed-rank test results showing a significant statistical increase (p < .001). The success of this program proves that digital module-based teacher training is effective in enhancing students' career readiness and expanding access to higher education in coastal regions.
Persepsi Stres dan Fungsi Imun: Tinjauan Literatur dalam Perspektif Psikoneuroimunologi Ludfiah Azahra; Tasya Cahya Salsabila; Faula Aldini Putri; Shalma Fadilla; Wirza Feny Rahayu
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 2 No. 4 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This scoping review aims to synthesize empirical evidence on the association between perceived stress and immune function as examined within the framework of psychoneuroimmunology. Using PRISMA-ScR guidelines, four empirical studies published between 2016 and 2025 were selected from Semantic Scholar and PubMed. The review integrates evidence across various populations, including pregnant women, cancer patients, individuals with HPV infection, and healthy adults. Findings consistently show that high perceived stress is linked to measurable physiological changes, such as decreased immune gene expression, reduced T-cell and NK-cell activity, heightened systemic inflammation, microbiome imbalance, and accelerated immunosenescence. These results underscore that subjective psychological appraisal plays a central role in shaping biological vulnerability, demonstrating the interconnectedness of mental and physical health. The study highlights the importance of psychological interventions, such as cognitive restructuring, coping enhancement, and stressmanagement training to protect immune health. Future research should incorporate culturally relevant psychological factors and immune biomarkers to deepen understanding within the field of health psychology.