Modernisasi pendidikan Islam merupakan respons terhadap dominasi sistem pendidikan Barat yang rasional dan terstruktur. Namun, proses tersebut tidak selalu berbentuk adopsi total, melainkan melalui strategi hibridasi yang memadukan tradisi keilmuan Islam dengan sistem pendidikan modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji gagasan hibridisasi pendidikan dan metode yang digunakan oleh para reformis, khususnya Muhammad Abduh dan Ahmad Dahlan, untuk menggabungkan kurikulum tradisional dan kontemporer. Dengan menggunakan metodologi kualitatif, penelitian ini mengkaji dan menganalisis literatur klasik dan modern dari perpustakaan. Temuan menunjukkan bahwa hibridisasi pendidikan berfungsi sebagai taktik epistemologis yang menggabungkan pengetahuan umum dan agama menggunakan tiga metode utama: transformasi budaya, integratif-epistemologis, dan selektif-adaptif. Integrasi kurikulum mencakup paradigma dan nilai keilmuan serta perubahan struktural, seperti yang ditunjukkan oleh reformasi Muhammad Abduh di Al-Azhar dan Ahmad Dahlan di Muhammadiyah. Dengan demikian, hibridasi pendidikan menjadi paradigma moderat yang relevan dalam menghadapi tantangan globalisasi dan transformasi pendidikan kontemporer
Copyrights © 2026