Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya wali kelas dalam menangani dampak bullying di SMA Negeri 1 Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan. Bullying masih menjadi salah satu masalah sosial yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta akademik siswa. Korban bullying sering mengalami rasa takut, kurang percaya diri, menurunnya motivasi belajar, serta kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya. Dalam konteks ini, wali kelas memiliki peran yang sangat penting karena berinteraksi secara langsung dengan siswa dalam proses pembelajaran serta lebih mengetahui kondisi dan dinamika yang terjadi di dalam kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai upaya yang dilakukan wali kelas dalam menangani dampak bullying di lingkungan sekolah. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sebagai instrumen utama yang didukung oleh pedoman wawancara, lembar observasi, serta catatan dokumentasi yang berkaitan dengan kegiatan penanganan bullying di sekolah. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari 6 guru, yaitu wali kelas dan guru Bimbingan Konseling (BK), serta 5 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive dengan kriteria guru yang terlibat langsung dalam penanganan kasus bullying dan siswa yang mengetahui atau pernah mengalami kejadian bullying di sekolah. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dan didukung dengan triangulasi sumber serta triangulasi metode untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wali kelas memiliki peran penting dalam menangani dampak bullying melalui pendekatan personal kepada korban, memberikan pembinaan kepada pelaku, melakukan kerja sama dengan guru BK dan orang tua siswa, serta menciptakan lingkungan kelas yang positif, aman, dan kondusif. Melalui berbagai upaya tersebut, penanganan dampak bullying dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga membantu siswa mengatasi dampak psikologis dan sosial yang dialami serta mencegah terjadinya perilaku bullying di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026