Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Managing and Supervising Privatization of Islamic Education within a Decentralized Educational System in West Sumatra Ika Sandra; Tiok Wijanarko; Nguyen Thi Hong Hanh; Evelynd Evelynd
Journal of Civic Education Vol 6 No 1 (2023): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v6i1.963

Abstract

This article examines the management and supervision of Islamic education in West Sumatra within a highly decentralized educational system. It addresses the belief among Indonesians that centralized governance leads to regional unfairness and hinders community involvement. In a decentralized system, local governments have the autonomy to control their own functions, including education, aligning with the goals and needs of their communities. The growth of Islamic education in West Sumatra is a result of this decentralized system. This article using qualitative research methods such as document analysis and interviews and conducted in Padang and Padang Panjang as representative of Muslim regions in West Sumatra. Findings indicate that the planning process is initiated by the mayor, who appoints government institutions like Social Welfare Unit and Education Departments to oversee Islamic education in the region, following a top-down approach.
Advokasi Kespro dengan Media E-Booklet untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Reproduksi Siswa Ika Sandra; Tiok Wijanarko; Sahrun Nisa; Rintia Rintia; Revitasari Revitasari; Rama Arya Kurniawan; Deva Alfian Tama; Novran Juliandri Bhakti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i3.802

Abstract

Tingkat literasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja di Kecamatan Tapan masih rendah, didorong oleh tabu sosial dan kurangnya integrasi dalam kurikulum sekolah. Selain itu, terdapat keterbatasan media edukasi yang menarik dan kurangnya kerjasama antara sekolah dan praktisi kesehatan, serta keterbatasan wadah diskusi terstruktur yang menghambat pemahaman mendalam mengenai isu kesehatan reproduksi. Solusi dari permasalah yang dialami oleh remaja di Kecamatan Tapan adalah dengan membuat kegiatan komprehensif yang mampu meningkatkan literasi remaja dengan memanfaatkan akses informasi dan teknologi. Tujuan Pengabdian kepada Masyrakat (PKM) ini untuk meningkatkan literasi remaja dengan memanfaatkan akses informasi dan teknologi tentang kesehatan reproduksi. Metode pendekatan yang digunakan dalam menunjang realisasi kegiatan PKM ini adalah metode sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengintegrasikan kemajuan teknologi. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu kegiatan FGD di sekolah bersama mitra dengan hasil dalam kurikulum di SMAN 1 Basa Ampek Balai perlu ditambahkan adanya program seperti sosialisasi atau advokasi kesehatan reproduksi minimal dilakukan satu kali dalam dua semester. Tahap kedua, kegiatan sosialisasi kespro dengan mitra bidan desa dapat diketahui siswa belum memiliki pengetahuan yang baik mengenai kesehatan reproduksi. Tahap selanjutnya sosialisasi kespro dengan media E-booklet serta mengadakan games dengan topik kesehatan reproduksi. Dengan demikian kegiatan PKM ini sebagai wadah bagi remaja untuk mengenal kesehatan reproduksi dan dapat memahami bahwa kesehatan reproduksi bukan suatu hal yang tabu untuk dibicarakan.
Pilihan Orang Tua dan Peran Pasar Islamic Boarding Schools: Perspektif Neoliberal di Sumatera Barat Sandra, Ika; Luthfi, Zaky Farid; Amran, Sri Oktika; Bhakti, Novran Juliandri; Revitasari, Revitasari; Rintia, Rintia
SOCIUS Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v11i2.717

Abstract

Pondok pesantren telah menjadi bagian sistem pendidikan Indonesia sejak abad ke-17 dengan fokus pada pemahaman agama. Seiring perkembangan zaman, pesantren mengalami modernisasi menjadi Islamic Boarding School dengan pengaruh neoliberalisme dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan parental choice dan konsep neoliberal dalam pelaksanaan boarding school di Sumatera Barat. Penelitian ini dianalis dengan teori pilihan rasional J. Coleman dan konsep parental choice Shiferaw dan Kenea. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara, dan analisis dokumen dengan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 10 orang. Informan penelitian terdiri dari orang tua, ketua yayasan, kepala sekolah (madrasah), ustadz dan ustadzah. Hasil penelitian menunjukkan meningkatnya minat terhadap Islamic Boarding School dipengaruhi oleh ekonomi yang lebih baik dan kesibukan orang tua. Analisis ini berkontribusi pada pemahaman teori dan praktik penerapan neoliberalisme serta pemetaan segmentasi kelas sosial di Islamic Boarding School untuk mendukung kebijakan pendidikan yang lebih inklusif.
Dukungan Sosial Orang Tua terhadap Minat Siswa untuk Melanjutkan Pendidikan di Perguruan Tinggi Nur Sakinah Rangkuti; Ika Sandra
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 4 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i4.406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dukungan sosial orang tua terhadap minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di SMAN 1 Panyabungan Utara. Kebaruan penelitian terletak pada pendekatan kualitatif yang mendalam untuk mengungkap bentuk dukungan dalam konteks spesifik dimana latar belakang pendidikan dan ekonomi orang tua umumnya rendah. Permasalahan berawal dari data tiga tahun terakhir yang menunjukkan minat melanjutkan kuliah yang rendah, diduga akibat kurangnya dukungan sosial. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan informan siswa kelas XII, orang tua, guru kesiswaan, dan guru BK yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis mengikuti model Miles dan Huberman dengan teori modal sosial Pierre Bourdieu sebagai landasan teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan mencangkup aspek emosional, finansial, dan informasional. Siswa yang memperoleh dukungan yang memadai dari orang tua cenderung berminat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi. Sebaliknya, siswa yang kurang mendapatkan dukungan dari orang tua tampak tidak termotivasi dan kurang yakin untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Implementasi Sekolah Aman Anti Kekerasan di SMAN 1 Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota Dinda Novita; Ika Sandra
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 4 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i4.410

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keteraturan sosial yang terbentuk melalui aturan-aturan yang bersifat mengikat guna memastikan nilai dan norma dapat berfungsi secara efektif dalam lingkungan masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan informan jumlah 15 orang yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kesiswaan, guru mata pelajaran, satpam, peserta didik, tata usaha, guru Bimbingan Konseling (BK), Tim TPPK, polisi keamanan sekolah (PKS). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Struktural Fungsional Talcott Parsons dengan skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan sekolah aman anti kekerasan di SMAN 1 Suliki sudah berjalan walaupun belum optimal dan dalam menjalankan program sekolah aman anti kekerasan pihak sekolah melalukan pelaksanaan menjadi 3 tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi program. Dalam pelaksanaan program sekolah mengalami kendala berupa kurangnya kolaborasi tim, kurang, komunikasi yang tidak efektif, minimnya dukungan orang tua serta kurangnya fasilitas pengawasan seperti CCTV yang menyebabkan pelaksanaan program masih belum optimal dilakukan.
Oroh-Oroh Sawah Tangah: Fenomena Pengangguran Pada Kalangan Anak Muda di Nagari Sawah Tangah Annisya Sukma Dewi; Marwatil Husna; Alya Farhani; Bunga Dinda Permata; Delmira Syafrini; Ika Sandra
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.71

Abstract

Penelitian ini membahas tentang fenomena pengangguran di kalangan anak muda yang ada di nagari Sawah Tangah. Penelitian ini menarik untuk dikaji karena fenomena pengangguran di kalangan pemuda menjadi isu penting yang mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi di Nagari Sawah Tangah. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pemilihan informan yang digunakan yaitu teknik purposiv sampling. Adapun kriteria informan dalam penelitian ini diantaranya adalah beberapa anak muda yang sudah menyelesaikan pendidikan formal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Dalam pengumpulan data menggunakan observasi dimana peneliti melakukan pengamatan lansung terhadap fenomena pengangguran di kalangan anak muda yang ada di nagari Sawah Tangah. Wawancara yaitu dengan mengumpulkan informasi langsung faktor apa yang mendorong terjadinya pengangguran di kalanagan anak muda di nagari Sawah Tangah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran pemuda di nagari Sawah Tangah dipicu oleh kurangnya lapangan pekerjaan, rendahnya tingkat pendidikan, dan keterbatasan akses informasi tentang peluang kerja.
Peningkatan Kemampuan Nagari Tanjung Pondok dalam Penggunaan Datafikasi Pendidikan Penunjang SDGs 2030 Junaidi Junaidi; Ika Sandra; Hendrik Heri Sandi; Nurlizawati Nurlizawati; Revitasari Revitasari; Fauzi Ramadhan; Rama Arya Kurniawan
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1088

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) adalah rencana global dalam mencapai kehidupan yang berkelanjutan seperti mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan terciptanya pendidikan berkualitas. Salah satu tujuan SDGs adalah memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil. Indonesia mendukung tujuan ini melalui agenda Pendidikan Berkualitas, yang memiliki urgensi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, kurangnya kecakapan perangkat Nagari dalam memanfaatkan teknologi menjadi kendala. Meski UU No. 6 tahun 2014 mengamanatkan penggunaan sistem informasi desa berbasis IT, ketidakmampuan perangkat Nagari mengancam pembangunan. Solusi dari permasalahan ini adalah internalisasi datafikasi kepada perangkat Nagari melalui program komprehensif yang dirancang tim pengabdian melalui PPNB yang bertempat di Nagari Tanjung Pondok Tapan, Kab Pesisir Selatan. Belum adanya penggunaan sistem informasi berbasis IT di Nagari Tanjung Pondok menjadi alasan tim melakukan pengabdian di Nagari tersebut. Datafikasi sendiri merupakan proses pengubahan informasi, kegiatan, dan aktivitas pendidikan menjadi data yang dapat diukur dan dianalisis. Hasil analisis ini akan dijadikan pertimbangan dalam perumusan kebijakan pendidikan oleh pemerintah guna meningkatkan kualitas pendidikan. Sehingga tujuan dalam pengabdian ini adalah mengenalkan konsep datafikasi kepada perangkat Nagari Tanjung Pondok melalui sosialisasi dan pelatihan. Selain itu Pre-Post test juga digunakan dalam mengukur tingkat pemahaman perangkat Nagari sebelum dan setelah sosialisasi dilaksanakan. Hasil dari pre-post test di dapatkan persentase sebesar 71% peningkatan pemahaman datafikasi oleh perangkat Nagari. Ini mengindikasikan bahwa perangkat Nagari sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai datafikasi.
Bidu (Bijak Dengan Uang): Sebagai Advokasi Literasi Finansial di SMAN 2 Basa Ampek Balai Dengan Media Berbasis Flipbuilder Ika Sandra; Hendrik Heri Sandi; Revitasari Revitasari; Syabrina Al-Fitria Sari; Muhammad Alfian
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1102

Abstract

Tapan adalah Kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terdapat 13.476 jiwa penduduk yang mayoritas bekerja sebagai petani, pedagang, maupun pegawai negeri sipil. Tapan memiliki 15 sekolah dengan 4.067 siswa yang menempuh pendidikan. Berdasarkan UU No. 4 Tahun 2023 dan Peraturan OJK RI No. 3 Tahun 2023, potensi literasi keuangan di wilayah ini harus segera dioptimalkan. Survei SNLIK OJK mengungkap bahwa literasi finansial di Sumatera Barat masih rendah, mencapai 40,78%. Temuan di SMAN 2 Basa Ampek Balai mengindikasikan bahwa pemahaman keuangan remaja pun masih minim. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, disusun program pengabdian dengan pendekatan kegiatan komprehensif berbasis teknologi digital. Kebaruan program ini terletak pada pemanfaatan e-booklet interaktif melalui FlipBuilder, yang dipadukan dengan sosialisasi literasi keuangan serta pengintegrasian metode Focus Group Discussion (FGD) dan sesi tanya jawab. Melalui kegiatan terintegrasi ini, diharapkan kesadaran dan pemahaman finansial remaja dapat meningkat signifikan. Program ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.