Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan In House Training (IHT) Sekolah Penggerak di SMAN 1 Suliki dalam meningkatkan kompetensi guru. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Struktural Fungsional Talcott Parsons dengan skema AGIL (Adaptation,Goal Attainment, Integration, Latency). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melibatkan 15 orang informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria informan terlibat dalam pelatihan IHT. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis data interaktif dari Miles dan Huberman, meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyaijan data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan In-House Training (IHT) secara signifikan berhasil mengakselerasi empat kompetensi utama guru melalui penguasaan perangkat deep learning, integrasi teknologi digital seperti Canva dan Quizizz, serta penguatan keterampilan public speaking. Walaupun terdapat hambatan dalam adaptasi teknologi pada kelompok guru senior, kebijakan ini efektif dalam menciptakan ekosistem sekolah yang lebih kolaboratif dan adaptif. Keberhasilan transformasi ini didukung oleh sistem evaluasi yang terintegrasi melalui supervisi berkala, yang mana hasilnya menjadi instrumen strategis untuk menjamin keberlanjutan peningkatan kompetensi guru di SMAN 1 Suliki.
Copyrights © 2026