Perkembangan sosial-emosional anak usia dini menjadi salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter anak pada masa golden age. Namun, perkembangan teknologi digital serta perubahan pola interaksi keluarga mulai memengaruhi perilaku sosial anak, seperti rendahnya empati, kurangnya kemampuan mengontrol emosi, dan berkurangnya interaksi sosial dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan internalisasi nilai karakter Islam dalam pengembangan kecerdasan sosial-emosional anak usia dini pada lingkungan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek lima orang tua yang memiliki anak usia 4–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai karakter Islam dilakukan melalui keteladanan orang tua, pembiasaan ibadah, komunikasi yang lembut, pemberian nasihat, dan pengawasan penggunaan media digital anak. Nilai karakter yang dominan meliputi kejujuran, disiplin, tanggung jawab, empati, dan sopan santun. Selain itu, pembiasaan nilai Islami dalam keluarga membantu anak mengembangkan kemampuan berbagi, menghargai orang lain, mengontrol emosi, dan meningkatkan rasa percaya diri dalam interaksi sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh Islami memiliki kontribusi penting dalam membentuk kecerdasan sosial-emosional anak usia dini secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026