Tuberkulosis (TBC) tetap menjadi masalah utama kesehatan di daerah pesisir Indonesia akibat faktor lingkungan, perilaku, dan keterbatasan akses layanan kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan TBC melalui intervensi terapi komplementer (bekam basah dan terapi spiritual ATAQ) di Desa Badjoe, Soropia. Metode partisipatif digunakan dengan melibatkan 70 peserta nelayan melalui penelitian kesehatan, edukasi, pelatihan, dan simulasi terapi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan tentang TBC (80% peserta mencapai kategori “baik” pada post-test) dan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik 12,4 mmHg ( p < 0,05). Terapi bekam basah dan ATAQ diterima secara budaya, dengan 73,3% peserta melaporkan peningkatan kenyamanan fisik dan spiritual. Studi ini memperkuat bukti bahwa integrasi terapi komplementer berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif dalam pengendalian TBC di wilayah marjinal. Kata Kunci: Terapi Komplementer, Penyakit menular TBC
Copyrights © 2026