Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode bermain peran pembeli dan penjual dalam meningkatkan interaksi ekonomi dan sosial anak kelompok TK B. Penelitian dilakukan karena masih terdapat anak yang kurang aktif berkomunikasi, belum memahami kegiatan jual beli sederhana, kurang mampu bekerja sama dengan teman, sekaligus untuk mengenalkan konsep pasar di lingkungan sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas 2 siklus dengan subjek anak TK B. Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui permainan pasar-pasaran, di mana anak berperan sebagai pembeli, penjual, dan kasir menggunakan media uang mainan, barang tiruan, serta alat peraga sederhana. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari pengenalan konsep jual beli, pembagian peran, praktik transaksi, hingga evaluasi kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bermain peran mampu meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak, seperti komunikasi, kerja sama, keberanian berbicara, dan sikap saling menghargai, dengan peningkatan signifikan dari 23% pada kategori berkembang di Siklus I menjadi 72% pada kategori cakap di Siklus II. Selain itu, anak mulai memahami konsep ekonomi sederhana seperti membeli, menjual, menawar, dan menggunakan uang sesuai kebutuhan, yang ditunjukkan oleh peningkatan kategori cakap dari 0% pada Siklus I menjadi 80% pada Siklus II. Peningkatan data kuantitatif ini memperkuat bukti bahwa metode bermain peran pembeli dan penjual efektif digunakan untuk meningkatkan interaksi ekonomi dan sosial anak TK B secara optimal. Suasana pembelajaran menjadi lebih aktif, menyenangkan, dan partisipatif. Dengan demikian, metode bermain peran pembeli dan penjual efektif digunakan untuk meningkatkan interaksi ekonomi dan sosial anak TK B secara optimal.
Copyrights © 2026