Transformasi digital pada ekosistem UMKM heterogen sering terkendala oleh ketiadaan sistem pencatatan transaksi terintegrasi, yang memicu inefisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi sinkronisasi operasional lintas unit menggunakan Market Basket Analysis berbasis algoritma Apriori. Dengan menerapkan Daily Aggregation Strategy pada data transaksi manual selama 92 hari di tiga unit usaha (jasa fisik, kedai kopi, dan layanan keuangan mikro), penelitian ini berhasil mengekstraksi pola ko-aktivasi harian antar unit usaha. Hasil analisis menunjukkan nilai Support (0,217), Confidence (0,741), dan Lift Ratio (1,450), yang mengonfirmasi adanya pola kunjungan multi-tujuan yang terstruktur dan prediktif. Temuan ini menjadi landasan dalam merumuskan strategi sinkronisasi inventori, penjadwalan tenaga kerja adaptif, dan program cross-promotion yang actionable. Meskipun absennya data identitas pelanggan per transaksi menjadi keterbatasan utama, pendekatan agregasi harian terbukti valid sebagai solusi proksi bagi UMKM dengan infrastruktur digital terbatas. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi efisiensi operasional ekosistem UMKM melalui pendekatan berbasis data yang sistematis.
Copyrights © 2026