Keberhasilan adopsi pasar digital saat ini sangat ditentukan oleh keterpaduan antara stabilitas mutu produk, stimulasi psikologis berupa tren viral, serta efektivitas promosi siber. Hal tersebut dibuktikan melalui riset ini, di mana pilihan konsumen dalam membeli "Dimsum Mentai Viral 0720" di Pasar Malam Kodam Brawijaya Surabaya terbukti dipengaruhi secara nyata, baik secara simultan maupun parsial, oleh kualitas produk, fenomena fear of missing out (FoMO), dan strategi influencer marketing. Urgensi analisis terhadap UMKM ini didasari oleh masifnya diseminasi tren kuliner kontemporer akibat ekspansi media sosial, sekaligus ketatnya iklim kompetisi dagang di lokasi tersebut. Secara metodologis, investigasi ini menggunakan pendekatan regresi linier berganda berbantuan perangkat SPSS 25 untuk mengolah data primer dari kuesioner elektronik berskala Likert, setelah melewati uji asumsi klasik dan validitas instrumen. Adapun penarikan sampel sekelompok 100 konsumen berusia 15–50 tahun—baik yang menetap di dalam maupun di luar Surabaya diambil dari populasi seluruh pelanggan produk terkait melalui teknik non-probability purposive sampling.
Copyrights © 2026