Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi awal guru berdasarkan hasil Training Needs Analysis (TNA) serta mengkaji kontribusi workshop reflektif terhadap penguatan kesadaran guru mengenai pelayanan humanis dan growth mindset. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada 50 tenaga pendidik Yayasan Mardi Waluya Bogor yang mengikuti workshop reflektif. Data diperoleh melalui hasil TNA dan refleksi tertulis peserta setelah workshop, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan pengembangan guru meliputi kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, penguatan budaya refleksi, pengembangan growth mindset, dan internalisasi pelayanan humanis. Analisis refleksi peserta menghasilkan empat tema utama, yaitu kesadaran diri, growth mindset, pelayanan humanis, dan komitmen bertumbuh. Refleksi membantu peserta memaknai kembali identitas dan perannya sebagai pendidik, lebih terbuka terhadap perubahan, serta memperkuat komitmen untuk terus belajar dan melayani peserta didik secara lebih humanis. Penelitian ini juga menghasilkan model konseptual penguatan kesadaran guru melalui workshop reflektif yang menunjukkan keterkaitan antara refleksi, growth mindset, pelayanan humanis, dan komitmen bertumbuh sebagai dasar pengembangan profesional berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa workshop reflektif dapat menjadi strategi pengembangan profesional guru yang tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga memperkuat kesadaran profesional, pola pikir bertumbuh, dan kualitas pelayanan pendidikan.
Copyrights © 2026