Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Motivation And Capacity in Entrepreneurship: Are They Enough? (An Insight from Entrepreneur-Self-Test for Student at Politeknik eLBajo Commodus) Marius Yosef Seran; Andy Iwan Iswanto; Fitri Ciptosari; Gregorius Antariksa Berybe
JURNAL AKADEMISI VOKASI Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Akademisi Vokasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63604/javok.v4i1.167

Abstract

This study explores the relationship between motivation and capacity, based on entrepreneurial self-test, as predictors of entrepreneurial potential among vocational students at Politeknik eLBajo Commodus. With the growing emphasis on entrepreneurship education in Indonesia, this research investigates whether motivation as an internal drive and capacity as a enabling factors are sufficient to foster entrepreneurial readiness. Using a quantitative explanatory design, data were collected through an Entrepreneur-Self-Test consisting of 27 indicators, and analyzed using JASP for descriptive statistics, reliability, correlation, and regression analysis. The findings reveal that while both motivation and capacity significantly influence entrepreneurial potential, capacity exhibits a stronger predictive power. The study concludes that motivation and capacity are necessary but not entirely sufficient for predicting entrepreneurial potential. Therefore, entrepreneurship education must integrate contextual skills and experiential learning to bridge mindset and execution. These insights contribute to the ongoing refinement of entrepreneurship class and curriculum, for broader inclusion of environmental and structural factors in student development strategies.
Persepsi dan Kesiapan Siswa SMA di Labuan Bajo Terhadap Wirausaha Digital: Antara Akses, Kompetensi, dan Kreativitas Teddy Halim; Fitri Ciptosari; Luh Gede Elvina Adi Saputri; Adelaide .H. Savio; Reynaldo A. Siagian; Andy Iwan Iswanto; Yohanes Paul Hanny Wadhi
JURNAL AKADEMISI VOKASI Vol 4 No 2 (2025): JURNAL AKADEMISI VOKASI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63604/h8j1m789

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan telah memperluas peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam ekonomi digital, khususnya melalui kewirausahaan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kompetensi digital dan kesiapan kewirausahaan digital siswa sekolah menengah atas di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dengan fokus pada akses teknologi, motivasi, dan keterampilan praktis. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan melalui survei berbasis Google Form yang diikuti oleh 438 responden, dengan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat kompetensi digital yang relatif tinggi, terutama dalam penggunaan teknologi (mean = 4,24) dan literasi informasi (mean = 4,17). Dalam hal kesiapan kewirausahaan digital, siswa menunjukkan motivasi yang kuat (mean = 3,86) dan ide kreatif (mean = 3,60). Namun, skor yang lebih rendah ditemukan pada keterampilan teknis, khususnya pembuatan konten (mean = 3,32) dan manajemen bisnis digital (mean = 3,38). Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan akses internet, kurangnya keterampilan teknis, dan minimnya dukungan lingkungan. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya penguatan pendidikan kewirausahaan digital yang tidak hanya mendorong motivasi dan kreativitas, tetapi juga berfokus pada pengembangan keterampilan digital yang praktis. Temuan ini memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan, sekolah, dan pemangku kepentingan lokal dalam mengembangkan inisiatif kewirausahaan digital yang inklusif di wilayah seperti Labuan Bajo. 
Penerapan Kepemimpinan Humanis dalam Kolaborasi Guru dan Orang Tua: Studi Kasus Workshop Kepemimpinan Humanis (LEAD TK) di Sekolah KB-TK Santa Maria Surabaya Andy Iwan Iswanto
JURNAL AKADEMISI VOKASI Vol 4 No 2 (2025): JURNAL AKADEMISI VOKASI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63604/af4r1f52

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada penerapan kepemimpinan humanis dalam kolaborasi antara guru dan orang tua, dengan menekankan nilai kasih, empati, tanggung jawab dan keteladanan sebagai fondasi penting pembentukan karakter anak usia dini. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini menganalisis hasil dari Workshop Kepemimpinan Humanis LEAD TK (LEARN, EMPATHIZE, ACT, DEVELOP TOGETHER FOR KIDS) di KB-TK Santa Maria Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, dokumentasi dan wawancara semi- terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta workshop telah memahami yang baik nilai-nilai kepemimpinan humanis, walaupun menghadapi tantangan yang fundamental seperti keterbatasan waktu, perbedaan pola asuh dan pengaruh media sosial. Refleksi kolaboratif mengungkap bahwa komunikasi yang intensif, kerja sama dan kesepakatan bersama, merupakan kunci keberhasilan implementasi kepemimpinan humanis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa workshop terstruktur merupakan media efektif dalam meningkatkan sinergi antara guru dan orang tua, serta menjadi sarana yang tepat untuk menyusun rencana tindak lanjut konkret dalam mendukung pembentukan karakter anak sejak dini. 
Pemetaan Strategis Potensi Kemitraan Sentra IKM Tenun dan Olahan Ikan di Kabupaten Manggarai Barat Septian Hutagalung; Marius Yosef Seran; Andy Iwan Iswanto; Fitri Ciptosari
Journal of Science Education and Management Business Vol. 5 No. 1 (2026): JOSEMB (Journal Of Science Education And Management Business)
Publisher : Riset Sinergi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat struktur ekonomi daerah dan meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal. Namun, keberlanjutan sentra IKM tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur fisik, tetapi juga perlu dilanjutkan dan diperkuat dengan kemitraan antar pemangku kepentingan terkait. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara strategis potensi kemitraan yang ada pada sentra IKM Tenun Molas Poco Lembor dan sentra IKM Olahan Ikan ITABAJO yang ada di Kabupaten Manggarai Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus komparatif, melalui teknik pengumpulan data dengan observasi lapangan, wawancara mendalam dan telaah dokumen. Analisis dilakukan menggunakan kerangka pemetaan kepentingan dan pengaruh pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bhawa pemerintah daerah dan pengelola sentra berperan sebagai aktor kunci, pelaku usaha pariwisata dan lembaga keuangan sebagai aktor strategis, serta akademisi dan lembaga pelatihan sebagai aktor pendukung. Temuan ini juga menegaskan bahwa penguatan tata kelola kemitraan berbasis peran aktor menjadi kunci dalam meningkatkan keberlanjutan dan kinerja sentra IKM. Penelitian ini turut memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi perumusan strategi pengembangan sentra IKM berbasis kolaborasi multipihak.
PENGUATAN KESADARAN GURU TERHADAP PELAYANAN HUMANIS DAN GROWTH MINDSET: STUDI KASUS WORKSHOP REFLEKTIF PADA TENAGA PENDIDIK YAYASAN MARDI WALUYA BOGOR Andy Iwan Iswanto
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 8 No 1 (2026): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v8i1.1770

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi awal guru berdasarkan hasil Training Needs Analysis (TNA) serta mengkaji kontribusi workshop reflektif terhadap penguatan kesadaran guru mengenai pelayanan humanis dan growth mindset. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada 50 tenaga pendidik Yayasan Mardi Waluya Bogor yang mengikuti workshop reflektif. Data diperoleh melalui hasil TNA dan refleksi tertulis peserta setelah workshop, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan pengembangan guru meliputi kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, penguatan budaya refleksi, pengembangan growth mindset, dan internalisasi pelayanan humanis. Analisis refleksi peserta menghasilkan empat tema utama, yaitu kesadaran diri, growth mindset, pelayanan humanis, dan komitmen bertumbuh. Refleksi membantu peserta memaknai kembali identitas dan perannya sebagai pendidik, lebih terbuka terhadap perubahan, serta memperkuat komitmen untuk terus belajar dan melayani peserta didik secara lebih humanis. Penelitian ini juga menghasilkan model konseptual penguatan kesadaran guru melalui workshop reflektif yang menunjukkan keterkaitan antara refleksi, growth mindset, pelayanan humanis, dan komitmen bertumbuh sebagai dasar pengembangan profesional berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa workshop reflektif dapat menjadi strategi pengembangan profesional guru yang tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga memperkuat kesadaran profesional, pola pikir bertumbuh, dan kualitas pelayanan pendidikan.