ABSTRACT The effectiveness of Aqidah Akhlak instruction in Madrasah Ibtidaiyah is shaped not only by classroom learning experiences but also by the continuity of moral habituation within the family environment. Although parental involvement has frequently been associated with character education, limited attention has been given to how teachers perceive the contribution of such habituation to the implementation of Aqidah Akhlak learning. This study explores teachers' perceptions of the relationship between parents' moral habituation practices and the implementation of Aqidah Akhlak instruction among Madrasah Ibtidaiyah students. A descriptive qualitative approach was employed, involving four homeroom teachers and six parents as participants. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and documentation, and were analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model. The findings indicate that moral habituation through parental role modeling, religious practices, the cultivation of proper manners, and continuous guidance in daily life is perceived by teachers as strengthening students' readiness to understand and practice Aqidah Akhlak values at school. Conversely, inconsistent parental guidance, peer influence, and exposure to digital media were considered factors contributing to variations in students' behavior. These findings suggest that the internalization of moral values is fostered through the continuity of learning experiences across family and school settings, while also offering teachers' perspectives as a conceptual contribution to the development of Aqidah Akhlak instruction in Madrasah Ibtidaiyah. ABSTRAK Keberhasilan pembelajaran Akidah Akhlak pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah tidak hanya ditentukan oleh pengalaman belajar yang berlangsung di kelas, tetapi juga oleh keberlanjutan pembiasaan akhlak dalam kehidupan keluarga. Meskipun keterlibatan orang tua sering dikaitkan dengan pendidikan karakter, cara guru memaknai kontribusi pembiasaan tersebut terhadap implementasi pembelajaran Akidah Akhlak masih belum banyak dikaji. Kajian ini mengeksplorasi persepsi guru mengenai hubungan antara pembiasaan akhlak yang dilakukan orang tua dan pelaksanaan pembelajaran Akidah Akhlak pada siswa Madrasah Ibtidaiyah. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan dengan melibatkan empat guru wali kelas dan enam orang tua sebagai informan. Data diperoleh melalui wawancara semi-structured, observasi, dan dokumentasi, kemudian diinterpretasikan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Temuan memperlihatkan bahwa pembiasaan yang diwujudkan melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, penanaman adab, serta pendampingan dalam kehidupan sehari-hari dipersepsikan guru sebagai faktor yang memperkuat kesiapan siswa dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai Akidah Akhlak di sekolah. Sebaliknya, inkonsistensi pendampingan keluarga, pengaruh teman sebaya, dan paparan media digital dipandang memengaruhi variasi perilaku peserta didik. Kajian ini menegaskan bahwa internalisasi akhlak berlangsung melalui kesinambungan pengalaman antara keluarga dan sekolah, sekaligus menghadirkan perspektif guru sebagai kontribusi konseptual dalam pengembangan pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah.
Copyrights © 2026