Pembelajaran matematika yang mengintegrasikan budaya lokal adalah upaya untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Namun, penelitian yang secara sistematis mengidentifikasi karakteristik budaya lokal yang layak dijadikan konteks realistis dalam pengembangan Pendidikan Matematika Etno-Realistik (Ethno-RME) di sekolah dasar masih sedikit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kerangka konseptual Ethno-RME serta mengidentifikasi karakteristik budaya lokal yang mendukung pemanfaatannya dalam pembelajaran matematika. Metode Sistematic Literature Review (SLR) digunakan untuk memeriksa 87 publikasi akademik yang dikumpulkan dari berbagai basis data dengan kata kunci terkait etnomatematika, pendidikan matematika realistik, pembelajaran kontekstual, dan budaya lokal. Sebanyak 16 artikel dari publikasi ini memenuhi kriteria kualitas konseptual dan dipilih untuk dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat komponen utama yang saling terintegrasi diperlukan untuk mengembangkan Ethno-RME. Mereka adalah sebagai berikut: identifikasi konteks budaya lokal; penyelidikan konsep matematika yang terkandung dalam budaya; pemetaan hubungan antara budaya dan prinsip-prinsip pendidikan matematika realistik; dan perancangan lintasan belajar yang berbasis budaya. Selain itu, penelitian ini menemukan lima karakteristik utama budaya lokal yang dapat digunakan sebagai konteks pembelajaran Ethno-RME. Karakteristik-karakteristik tersebut adalah dekat dengan pengalaman hidup siswa, memiliki signifikansi sosial-budaya, ada aktivitas matematis yang berkembang secara alami, kemungkinan matematis horizontal dan vertikal, dan kemampuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam pembelajaran matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal dapat digunakan sebagai konteks pembelajaran tidak hanya karena memiliki konsep matematika, tetapi juga karena dapat membantu siswa mempelajari matematika. Studi ini memberikan kontribusi konseptual untuk membangun pembelajaran matematika yang responsif terhadap budaya dan mendukung penguatan identitas budaya siswa di sekolah dasar.
Copyrights © 2026