Rahmat Muhdar
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha Maluku Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Konteks Budaya Lokal sebagai Landasan Pengembangan Pembelajaran Ethno-RME di Sekolah Dasar Rahmat Muhdar; Rachmatia Tauhid
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1402

Abstract

Pembelajaran matematika yang mengintegrasikan budaya lokal adalah upaya untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Namun, penelitian yang secara sistematis mengidentifikasi karakteristik budaya lokal yang layak dijadikan konteks realistis dalam pengembangan Pendidikan Matematika Etno-Realistik (Ethno-RME) di sekolah dasar masih sedikit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kerangka konseptual Ethno-RME serta mengidentifikasi karakteristik budaya lokal yang mendukung pemanfaatannya dalam pembelajaran matematika. Metode Sistematic Literature Review (SLR) digunakan untuk memeriksa 87 publikasi akademik yang dikumpulkan dari berbagai basis data dengan kata kunci terkait etnomatematika, pendidikan matematika realistik, pembelajaran kontekstual, dan budaya lokal. Sebanyak 16 artikel dari publikasi ini memenuhi kriteria kualitas konseptual dan dipilih untuk dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat komponen utama yang saling terintegrasi diperlukan untuk mengembangkan Ethno-RME. Mereka adalah sebagai berikut: identifikasi konteks budaya lokal; penyelidikan konsep matematika yang terkandung dalam budaya; pemetaan hubungan antara budaya dan prinsip-prinsip pendidikan matematika realistik; dan perancangan lintasan belajar yang berbasis budaya. Selain itu, penelitian ini menemukan lima karakteristik utama budaya lokal yang dapat digunakan sebagai konteks pembelajaran Ethno-RME. Karakteristik-karakteristik tersebut adalah dekat dengan pengalaman hidup siswa, memiliki signifikansi sosial-budaya, ada aktivitas matematis yang berkembang secara alami, kemungkinan matematis horizontal dan vertikal, dan kemampuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam pembelajaran matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal dapat digunakan sebagai konteks pembelajaran tidak hanya karena memiliki konsep matematika, tetapi juga karena dapat membantu siswa mempelajari matematika. Studi ini memberikan kontribusi konseptual untuk membangun pembelajaran matematika yang responsif terhadap budaya dan mendukung penguatan identitas budaya siswa di sekolah dasar.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Dan Penilaian Berorientasi Hots Terhadap Hasil Belajar Bilangan Bulat: Sebuah Studi Kuasi-Eksperimental Rahmat Muhdar
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 1 (2025): Januari- Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i1.814

Abstract

Pendidikan matematika di sekolah dasar masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa, terutama pada materi bilangan bulat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran berbasis masalah (PBL) yang dipadukan dengan penilaian berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VI SDN 14 dan SDN 15 Kota Ternate. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan desain Nonequivalent Control Group Design, yang melibatkan dua kelompok: eksperimen (PBL + HOTS) dan kontrol (pembelajaran konvensional). Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh nilai posttest yang lebih tinggi dan peningkatan hasil belajar yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Uji ANOVA dua arah juga mengungkapkan interaksi signifikan antara model pembelajaran dan jenis penilaian terhadap hasil belajar siswa. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa kombinasi PBL dan penilaian HOTS dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa, serta mendukung kebijakan pendidikan yang menekankan pengembangan kompetensi abad ke-21.