Pembelajaran matematika sekolah dasar membutuhkan pengalaman belajar yang visual, interaktif, dan kontekstual agar siswa dapat memahami konsep abstrak, termasuk pengukuran sudut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan Ruang Murid sebagai sumber belajar digital dalam pembelajaran pengukuran sudut berbasis konteks lokal Menara Kudus pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 16 siswa kelas V SD Negeri 3 Bae. Data dikumpulkan melalui observasi umum, observasi aktivitas kelompok, wawancara semi-terstruktur, lembar refleksi siswa, catatan lapangan, dokumentasi, rubrik analisis LKPD, dan asesmen individu sebagai data pendukung. Pembelajaran dilaksanakan melalui model Problem Based Learning yang mencakup apersepsi berbasis gambar Menara Kudus, eksplorasi materi melalui Ruang Murid, latihan digital pada Lab Maya, pengerjaan LKPD, diskusi kelompok, presentasi, asesmen, dan refleksi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi teknik. Temuan menunjukkan bahwa Ruang Murid membantu siswa memperoleh gambaran awal mengenai konsep dan prosedur pengukuran sudut, sedangkan Lab Maya memperkuat latihan membaca sudut secara digital sebelum praktik manual. LKPD Menara Kudus menghubungkan konsep matematika dengan objek budaya lokal yang dekat dengan pengalaman siswa. Kendala utama meliputi ketelitian membaca skala busur derajat, perbedaan hasil pengukuran, dan pengelolaan penggunaan perangkat digital. Penelitian ini merekomendasikan integrasi sumber belajar digital, konteks lokal, dan bimbingan prosedural untuk mendukung pembelajaran matematika yang aktif, bermakna, dan kontekstual.
Copyrights © 2026