Penalaran visual-spasial merupakan salah satu kemampuan kognitif yang mendukung siswa dalam memahami perubahan posisi, orientasi, dan ukuran objek pada materi transformasi geometri. Namun, kontribusi kemampuan tersebut terhadap pemahaman konsep siswa SMK masih perlu diuji secara empiris, khususnya melalui analisis prediktif kuantitatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi kemampuan spasial dalam memprediksi pemahaman konsep transformasi geometri siswa kelas XI SMKN 3 Pinrang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto korelasional. Sampel terdiri atas 43 siswa, yaitu 25 siswa kelas XI AKL dan 18 siswa kelas XI TKJ, yang dipilih melalui purposive sampling dan total sampling pada kelas sampel. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan spasial pilihan ganda berbasis gambar sebanyak 10 butir dan tes pemahaman konsep berbentuk uraian sebanyak 5 butir. Instrumen dinyatakan valid secara isi berdasarkan penilaian ahli dengan indeks Aiken’s V di atas kriteria minimum. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson Product Moment, dan regresi linear sederhana pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kemampuan spasial sebesar 71,163 (SD = 8,510) dan rata-rata skor pemahaman konsep sebesar 68,558 (SD = 10,349). Uji korelasi memperoleh dengan , sedangkan regresi menghasilkan persamaan dan . Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel positif, tetapi sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik. Dengan demikian, kemampuan spasial belum terbukti sebagai prediktor signifikan dalam konteks penelitian ini. Pembelajaran transformasi geometri di SMK perlu dirancang secara integratif dengan menggabungkan aktivitas visual-spasial, penjelasan konseptual, dan representasi matematis yang beragam.
Copyrights © 2026