Penelitian ini mengkaji pengelolaan keuangan UMKM kuliner keluarga Bakso Pak Kandar di Magelang Utara melalui studi kasus kualitatif berdasarkan wawancara pemilik. Berdiri sejak 2010 dengan modal tabungan, usaha ini memiliki omzet harian Rp925.000 dan laba Rp125.000–145.000. Tantangan utama meliputi akses modal yang terbatas akibat belum legalnya usaha, fluktuasi bahan baku, dan kapasitas produksi. Pelaku usaha beraspirasi menambah varian produk, memanfaatkan platform digital (GoFood/QRIS), dan membuka cabang. Studi menegaskan pentingnya legalisasi usaha, adopsi teknologi digital, dan manajemen keuangan terstruktur untuk mendukung pertumbuhan UMKM berkelanjutan.
Copyrights © 2026