Pendidikan inklusi di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memastikan aksesibilitas digital yang memadai bagi siswa berkebutuhan khusus. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pelaksanaan aksesibilitas digital melalui penerapan pendekatan Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC) dalam rangka meningkatkan keterampilan digital dan kemandirian siswa berkebutuhan khusus. Pengabdian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur yang kemudian dianalisis menggunakan software ATLAS.ti 9 untuk mengindentifikasi pola implementasi strategi manajemen akesibilitas digital. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa tahap perencanaan diawali dengan analisis kebutuhan siswa untuk merancang perangkat dan materi digital yang relevan, diikuti dengan pembentukan tim khusus untuk mengelola penggunaan teknologi secara efektif. Tahap pelaksanaan mencakup pelatihan keterampilan digital bagi guru dan siswa. Sementara evaluasi dilakukan melalui pemantauan perkembangan siswa dan pertemuan rutin dengan orang tua. Implementasi strategi ini terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar dan kemandirian siswa, meskipun masih menghadapi keterbatasan perangkat digital dan kemampuan teknis. Implikasi pengabdian ini menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan dukungan kebijakan untuk memperkuat aksesibilitas digital di sekolah inklusi.
Copyrights © 2025