Ketahanan pangan merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan perdesaan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap fluktuasi ketersediaan pangan. Berbagai program pemberdayaan masyarakat telah dikembangkan untuk memperkuat cadangan pangan di tingkat lokal, salah satunya melalui program lumbung pangan yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati terhadap program lumbung pangan di Kalurahan Jagalan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Partisipasi diukur berdasarkan empat aspek, yaitu meliputi : pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan pengawasan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel dipilih secara sensus yaitu mengambil seluruh jumlah populasi sebagai sampel sebanyak 25 anggota KWT Melati. Hasil penelitian menyatakan bahwa tingkat partisipasi anggota dalam program lumbung pangan masuk kategori tinggi, dengan skor rata-rata 2,8 dari skala 3. Anggota KWT berperan aktif dalam setiap aspek program, meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterlambatan pembayaran pinjaman serta keterbatasan waktu akibat tanggung jawab rumah tangga. Oleh karena itu, perlu untuk membuat jadwal angsuran yang fleksibel menyesuaikan siklus panen atau pendapatan rumah tangga anggota untuk memperkuat sistem pengawasan dan disiplin pembayaran pinjaman.
Copyrights © 2026