Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani “Sri Rejeki” Melalui Budidaya Tanaman Sayuran di Bantul, DIY Ismiasih Ismiasih; Resna Trimerani; Christina Wahyu Ary Dewi; Helmi Afroda
Madani : Indonesian Journal of Civil Society Vol. 5 No. 1 (2023): Madani, Februari 2023
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/madani.v5i1.1680

Abstract

Women have an important role in a family. In supporting their role, many women are active in community organizations, one of which is the Women Farmers Group (KWT). However, KWT is often used only for meeting women without any productive activities. Therefore, through this community service program (PKM), it is hoped that it can raise independence for mothers to have productive. The partner in this PKM activity is KWT "Sri Rejeki" which is located in Bantul Regency. The PKM location was chosen with the consideration that KWT had quite a large yard of land and was not managed properly. Based on the situation analysis, it is known that the partners' problems include: yards that have not been managed properly, the activities of the women who have not been productive, the desire of the partners to provide knowledge and skills to members regarding the cultivation of horticultural. The solution to this problem is to carry out participatory extension and empowerment actions by combining direct practices of cultivation horticultural with modern methods. The type of program carried out is to train KWT members on modern cultivation of horticultural crops. After the activity was completed, an evaluation was carried out that the partner's knowledge, skills in plant cultivation and ability to use the land increased. As for the continuation of this PKM activity, it is hoped that the yard will become a productive garden, and partners will have a creative and productive spirit in utilizing their free time.
Tingkat Pengetahuan Petani Kelapa Sawit Dalam Penerapan Good Agricultural Practices (GAP): Sebuah Analisis Rating Scale Nayo Ayu Saqori Nasution; Ismiasih Ismiasih; Siwi Istiana Dinarti
JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics) Vol 16 No 1 (2023): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (J-SEP)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jsep.v16i1.37946

Abstract

Palm oil is a strategic commodity in the plantation sector in Indonesia. The government's recommendation in agricultural development, especially oil palm commodities, is to apply the principles of Good Agricultural Practices (GAP) in its cultivation. This study aims to determine the level of knowledge of farmers in the application of GAP in oil palm cultivation activities. The research sample was determined purposively with a total of 30 farmers. Data was collected by means of observation, questionnaires, and interviews. Data analysis was carried out using a qualitative descriptive method. The results showed that the level of farmers' knowledge of the application of GAP in oil palm cultivation was in the moderate category with a score of 1.83. Meanwhile, farmers in oil palm cultivation activities starting from land clearing, nursery, planting, maintenance, harvesting to marketing have not fully implemented the GAP principles. This is because there is no access for farmers to receive information about the GAP principle in oil palm cultivation
The FAKTOR PENENTU PRODUKSI KELAPA SAWIT RAKYAT DI PROVINSI RIAU Ismiasih Ismiasih; Helmi Afroda
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 23 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v23i2.2726

Abstract

Oil palm plantations have a strategic role as a contributor to the country's foreign exchange and as a provider of employment opportunities for people in Indonesia. Palm oil production in Indonesia is still dominated by large private plantations, but smallholder plantations are increasingly playing an important role in palm oil production. However, the problem is that the production of crude palm oil (CPO) by smallholder plantations has large variations, and is below plantation standards. This study aims to determine the factors that influence smallholder oil palm production in Riau Province. The data collected is secondary data based on the results of the 2013 agricultural census by the Central Statistics Agency (BPS). The number of samples as many as 4,038 farmers, spread across the Riau Province. The method of determining the research location was chosen purposively, namely Riau Province as the research area with the consideration that this area is the largest palm oil producing center in Indonesia. The analytical method used to determine the factors that affect oil palm production is the Cobb Dauglash production function model which is estimated by the OLS (Ordinary least square) method. The results showed that the factors that influenced the production of smallholder palm oil in Riau Province were the number of plants, plant age, urea fertilizer, SP36 fertilizer, NPK fertilizer, organic fertilizer, number of workers,  members of the cooperative and  partnership participants.  
Faktor Penentu Tingkat Kepuasan Kerja Karyawan (Studi Kasus di PT. Karya Makmur Bahagia, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah) Ismiasih Ismiasih; Kusmiati Kusmiati; Fahmi Wiryamarta Kifli
Manajemen Agribisnis: Jurnal Agribisnis Vol 23 No 2 (2023): Manajemen Agribisnis: Jurnal Agribisnis
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/agribisnis.v23i2.3894

Abstract

Employees are an important asset for the company. Every employee is required to be able to work optimally in realizing company goals. Therefore, employee satisfaction at work must be fulfilled. This study aims to determine: (1) the level of job satisfaction of employees at PT. Karya Makmur Bahagia, and (2) the determinants of employee satisfaction levels at PT. Happy Prosperous Works. The population in this study are employees of PT. Karya Makmur Bahagia with a total population of 106 employees. 52 samples were selected which were determined using the Slovin formula. Data collection was carried out by observation, questionnaires and documentation. Data were analyzed using multiple linear regression estimated by the OLS (Ordinary Least Square) method. The results of this study indicate that: (1) the level of job satisfaction of employees at PT. Karya Makmur Bahagia is included in the satisfied category. (2) work relations, work facilities, work motivation, salary/income have a significant and positive influence on employee job satisfaction at PT Karya Makmur Bahagia
Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani Melati Terhadap Program Lumbung Pangan Di Kalurahan Jagalan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Amanda Arifia Safitri; Ismiasih Ismiasih; Istiti Purwandari
Jurnal Sains Agribisnis Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v6i1.1951

Abstract

Ketahanan pangan merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan perdesaan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap fluktuasi ketersediaan pangan. Berbagai program pemberdayaan masyarakat telah dikembangkan untuk memperkuat cadangan pangan di tingkat lokal, salah satunya melalui program lumbung pangan yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati terhadap program lumbung pangan di Kalurahan Jagalan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Partisipasi diukur berdasarkan empat aspek, yaitu meliputi : pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan pengawasan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel dipilih secara sensus yaitu mengambil seluruh jumlah populasi sebagai sampel sebanyak 25 anggota KWT Melati. Hasil penelitian menyatakan bahwa tingkat partisipasi anggota dalam program lumbung pangan masuk kategori tinggi, dengan skor rata-rata 2,8 dari skala 3. Anggota KWT berperan aktif dalam setiap aspek program, meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterlambatan pembayaran pinjaman serta keterbatasan waktu akibat tanggung jawab rumah tangga. Oleh karena itu, perlu untuk membuat jadwal angsuran yang fleksibel menyesuaikan siklus panen atau pendapatan rumah tangga anggota untuk memperkuat sistem pengawasan dan disiplin pembayaran pinjaman.
Peran Koperasi Tani BMT Barokah Dalam Meningkatkan Produksi Anggota Pada Usahatani Padi Di Desa Trimulyo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta Irma Lafifatul Muamanah; Istiti Purwandari; Ismiasih Ismiasih
Jurnal Sains Agribisnis Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v6i1.2193

Abstract

Desa Trimulyo, Kabupaten Bantul, merupakan salah satu daerah dengan potensi usahatani padi yang cukup besar. Namun, petani padi di desa ini menghadapi keterbatasan akses permodalan, tingginya biaya sarana produksi (saprotan), serta lemahnya posisi tawar dalam pemasaran hasil panen. Kelembagaan seperti koperasi hadir sebagai solusi potensial untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Koperasi Tani BMT Barokah dalam meningkatkan produksi usahatani padi anggotanya di Desa Trimulyo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner kepada anggota koperasi yang berprofesi sebagai petani padi. Lokasi penelitian dipilih secara purposive yaitu di Kabupaten Bantul yang dipilih dalam program lumbung pangan nasional. Sampel ditentukan secara purposive, dengan jumlah 30 orang.Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan pengukuran menggunakan skala rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi memiliki peran yang bervariasi pada beberapa aspek. Peran tertinggi ditunjukkan dalam penyediaan sarana produksi, dengan rincian penggunaan pupuk sebesar 94,76%, pestisida 95,19%, dan benih 81,09%. Dalam aspek permodalan, koperasi berperan sedang dengan persentase 48,16%, sedangkan pada aspek pemasaran hasil panen, koperasi berperan rendah dengan hanya 1,52% penggunaan jasa pemasaran oleh anggota. Sementara itu, peran koperasi dalam penyediaan jasa pengembangan belum berjalan secara berkelanjutan. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa Koperasi Tani BMT Barokah berperan dalam penyediaan sarana produksi, namun perlu peningkatan dalam aspek permodalan, pemasaran, dan pengembangan anggota secara berkelanjutan guna mendukung produksi petani secara maksimal.
Analisis Pendapatan Petani Jagung Di Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY Suarman Ndruru; Ismiasih Ismiasih; Danang Manumono
Jurnal Sains Agribisnis Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v6i1.2377

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas pangan utama yang memiliki peran penting dalam perekonomian pertanian di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung. Namun, meskipun luas lahan tanam jagung terus mengalami peningkatan, produksi jagung justru menunjukkan tren penurunan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan petani jagung dan kelayakan usahatani jagung di Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2024 dengan total sampel sebanyak 30 petani. Analisis data menerapkan perhitungan pendapatan serta kelayakan usaha tani R/C (RC Ratio). Hasil penelitian menunjukkan penerimaan usaha tani petani jagung sebesar Rp18.720.000 per musim, total biaya sejumlah Rp5.529.521, sehingga keuntungan yang diperoleh sejumlah Rp13.190.479 per musim. Nilai R/C (RC Ratio) diperoleh sebesar 3,39 yang berarti usaha tani jagung layak untuk dikembangkan karena setiap Rp 1 biaya yang dikorbankan oleh petani mampu memperoleh penerimaan sebesar Rp3,39. Namun, peningkatan luas lahan yang tidak diiringi peningkatan produksi mengindikasikan adanya masalah efisiensi dan produktivitas. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan akses terhadap teknologi tepat guna, seperti penggunaan benih dan bibit unggul serta mekanisasi pertanian.
Peningkatan Produksi Dan Efisiensi Teknis Usahatani Padi Sawah Pada Lahan Terbatas Di Daerah Istimewa Yogyakarta Ismiasih Ismiasih; Jamhari Jamhari; Fakhrisha Nur Mahiswari
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v25i2.3830

Abstract

Rice is an agricultural commodity that plays an important role in meeting the basic needs of people in Indonesia. Along with population growth, rice consumption in Indonesia continues to increase. However, the availability of agricultural land is not commensurate with the increase in population, on the contrary, its availability is decreasing. One way to increase rice productivity is land intensification through improvements in the management of production factors by using them efficiently. This research aims to determine: 1) the determining factors for rice farming production, 2) the determining factors for technical efficiency and technical inefficiency of rice farming in the Special Region of Yogyakarta (DIY). The data used is secondary data sourced from the results of the 2013 agricultural census with a sample of 3,751 farmers. Data analysis uses the multiple linear regression method estimated using Ordinary Least Square (OLS) to determine the determining factors of rice farming production. Technical efficiency is analyzed using a stochastic frontier model estimated with Maximum Likelihood Estimation (MLE). Based on the results of the analysis, it is known that rice farming production in DIY is influenced by harvest area, NPK fertilizer, organic fertilizer, pesticides, labor, irrigation systems, superior varieties, seasons and climate change. Factors that have a significant influence on the technical efficiency of rice farming are harvest area, NPK fertilizer, organic fertilizer, labor, irrigation systems, superior seeds and pesticides. The determining factors for technical inefficiency are age, education, government assistance, counseling, and field schools.
PERAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PANEN (STUDI KASUS DI PT. BORNEO INTERNATIONAL ANUGERAH) Asti Wahyuningsih; Ismiasih Ismiasih; Danik Nurjanah
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i1.1745

Abstract

Penurunan kinerja karyawan panen menjadi masalah yang harus diatasi dikarenakan karyawan panen memiliki peran penting dalam produksi tandan buah segar. Oleh karena itu, dibutuhkan peran perusahaan dalam mengatasi permasalahan tersebut agar kinerja karyawan dapat meningkat sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja karyawan panen di PT. Borneo International Anugerah (BIA) dan peran perusahaan terhadap kinerja karyawan panen di PT. Borneo International Anugerah (BIA). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2023 hingga Januari 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sampel dikumpulkan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 30 orang karyawan panen Estate Cendana. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja karyawan PT. BIA dikategorikan baik dan peran perusahaan terhadap kinerja karyawan panen di PT. BIA yang diukur dari indikator kepemimpinan, pelatihan, motivasi, kompensasi, fasilitas, dan lingkungan masuk kategori baik.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN STRUKTUR KELEMBAGAAN RANTAI PASOK (SUPLY CHAIN) BUAH MANGGIS DI KABUPATEN PANGANDARAN Tarmana Tarmana; Ismiasih Ismiasih; Yohana Th. Maria Astuti
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i1.1754

Abstract

Manajemen rantai pasok produk pangan hortikultura berupa buah tropis sangat berpotensi untuk dikembangkan kualitas dan kuantitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : aliran rantai pasok buah manggis, margin pemasaran, kebutuhan rantai pasok dan kelembagaan buah manggis. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Parigi, Cijulang, Langkaplancar dan Padaherang Provinsi Jawa Barat. Waktu penelitian dilakukan pada Bulan Desember tahun 2022 sampai Bulan Februari 2023. Data terdiri dari data primer yang diperoleh dari hasil pengamatan dan wawancara secara langsung dengan petani manggis, bandar manggis, pemilik usaha beserta karyawan PT. Mega Abadi Buah dan data sekunder yang diperoleh dari literature, dan informasi dari berbagai instansi terkait. Metode analisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa : 1) Proses rantai pasok buah manggis terdapat 4 buah rantai pemasaran. Rantai pasok buah manggis melibatkan Petani, pengepul/PT/CV, pedagang besar, pedagang kecil, rumah makan dan konsumen akhir, 2) Rantai pasok buah manggis memiliki margin keuntungan sebesar Rp 3.000 sampai 13.000, 3) Rantai pasok yang berjalan di Kabupaten Pangandaran berbentuk kemitraan dengan melibatkan perusahaan ekspor maupun lokal, 4) Rantai pasok buah manggis yang paling menguntungkan adalah rantai pasok ke 4. Hal ini karena dari petani langsung di grade dari mulai super dan grade B, kualitas super akan masuk pasar ekspor, sementara kualitas grade B akan masuk pedagang kecil, jadi untuk konsumen akhir adalah pedagang kecil dan ekpor ke negara-negara Asia Tenggara.