Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani Melati Terhadap Program Lumbung Pangan Di Kalurahan Jagalan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Amanda Arifia Safitri; Ismiasih Ismiasih; Istiti Purwandari
Jurnal Sains Agribisnis Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v6i1.1951

Abstract

Ketahanan pangan merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan perdesaan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap fluktuasi ketersediaan pangan. Berbagai program pemberdayaan masyarakat telah dikembangkan untuk memperkuat cadangan pangan di tingkat lokal, salah satunya melalui program lumbung pangan yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati terhadap program lumbung pangan di Kalurahan Jagalan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Partisipasi diukur berdasarkan empat aspek, yaitu meliputi : pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan pengawasan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel dipilih secara sensus yaitu mengambil seluruh jumlah populasi sebagai sampel sebanyak 25 anggota KWT Melati. Hasil penelitian menyatakan bahwa tingkat partisipasi anggota dalam program lumbung pangan masuk kategori tinggi, dengan skor rata-rata 2,8 dari skala 3. Anggota KWT berperan aktif dalam setiap aspek program, meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterlambatan pembayaran pinjaman serta keterbatasan waktu akibat tanggung jawab rumah tangga. Oleh karena itu, perlu untuk membuat jadwal angsuran yang fleksibel menyesuaikan siklus panen atau pendapatan rumah tangga anggota untuk memperkuat sistem pengawasan dan disiplin pembayaran pinjaman.
Peran Koperasi Tani BMT Barokah Dalam Meningkatkan Produksi Anggota Pada Usahatani Padi Di Desa Trimulyo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta Irma Lafifatul Muamanah; Istiti Purwandari; Ismiasih Ismiasih
Jurnal Sains Agribisnis Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v6i1.2193

Abstract

Desa Trimulyo, Kabupaten Bantul, merupakan salah satu daerah dengan potensi usahatani padi yang cukup besar. Namun, petani padi di desa ini menghadapi keterbatasan akses permodalan, tingginya biaya sarana produksi (saprotan), serta lemahnya posisi tawar dalam pemasaran hasil panen. Kelembagaan seperti koperasi hadir sebagai solusi potensial untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Koperasi Tani BMT Barokah dalam meningkatkan produksi usahatani padi anggotanya di Desa Trimulyo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner kepada anggota koperasi yang berprofesi sebagai petani padi. Lokasi penelitian dipilih secara purposive yaitu di Kabupaten Bantul yang dipilih dalam program lumbung pangan nasional. Sampel ditentukan secara purposive, dengan jumlah 30 orang.Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan pengukuran menggunakan skala rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi memiliki peran yang bervariasi pada beberapa aspek. Peran tertinggi ditunjukkan dalam penyediaan sarana produksi, dengan rincian penggunaan pupuk sebesar 94,76%, pestisida 95,19%, dan benih 81,09%. Dalam aspek permodalan, koperasi berperan sedang dengan persentase 48,16%, sedangkan pada aspek pemasaran hasil panen, koperasi berperan rendah dengan hanya 1,52% penggunaan jasa pemasaran oleh anggota. Sementara itu, peran koperasi dalam penyediaan jasa pengembangan belum berjalan secara berkelanjutan. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa Koperasi Tani BMT Barokah berperan dalam penyediaan sarana produksi, namun perlu peningkatan dalam aspek permodalan, pemasaran, dan pengembangan anggota secara berkelanjutan guna mendukung produksi petani secara maksimal.