Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat

Langkah Nyata Cegah Stunting: Edukasi Kesehatan Inovatif melalui Metode Brainstorming dan Audiovisual bagi Pasangan Usia Subur

Eka Diana Permatasari (Program Studi Ilmu Keperawatan dan Ners, Universitas Bhamada Slawi)
Nurhakim Yudhi Wibowo (Program Studi Ilmu Keperawatan dan Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi, Indonesia)
Susi Muryani (Program Studi Ilmu Keperawatan dan Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi, Indonesia)
Khodijah Khodijah (Program Studi Ilmu Keperawatan dan Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi, Indonesia)
Novi Aprilia Kumala Dewi (Program Studi Ilmu Keperawatan dan Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi, Indonesia)
Ratna Widhiastuti (Program Studi Ilmu Keperawatan dan Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi, Indonesia)
Yessy Pramita Widodo (Program Studi Ilmu Keperawatan dan Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi, Indonesia)
Arif Rakhman (Program Studi Ilmu Keperawatan dan Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi, Indonesia)
Ikawati Setyaningrum (Program Studi Ilmu Keperawatan dan Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi, Indonesia)
Feny Dwi Anggraeni (Program Studi Ilmu Keperawatan dan Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Stunting menjadi salah satu permasalahan gizi pada anak di Indonesia. Salah satu penyebab kejadian stunting di Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal karena pola asuh yang tidak tepat dalam memilih, mengolah, dan menyajikan makanan. Berdasarkan survei yang dilakukan tim pengabdian masyarakat ditemukan bahwa sebagian besar pasangan usia subur memiliki pemahaman yang rendah tentang stunting. Pasangan usia subur (PUS) belum memiliki keinginan mengakses informasi tentang kehamilan, masa nifas, ASI, makanan pendamping ASI, dan imunisasi komprehensif. Tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang stunting sebagian besar dalam kategori kurang. Kurangnya pengetahuan pada pasangan usia subur memiliki risiko tinggi menyumbang peningkatan angka kejadian stunting karena berpengaruh terhadap pemenuhan gizi anak. Upaya pencegahan stunting secara terpadu dilakukan dengan intervensi sensitif dan spesifik. Edukasi dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan stunting melalui peningkatan pemahaman PUS sebagai calon orang tua. Media edukasi inovatif dan interaktif yang digunakan berupa audiovisual dan metode brainstorming yang terbukti efektif dalam peningkatan pengetahuan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan PUS terhadap stunting terkait konsep stunting dan pemenuhan gizi bagi anak. Hasil menunjukkan peningkatan 83,5% pada pasangan usia subur setelah diberikan edukasi dengan metode brainstorming dan audiovisual tentang konsep stunting dan pemenuhan kebutuhan gizi anak. Program ini menunjukkan bahwa edukasi yang inovatif mampu memberikan kontribusi secara tidak langsung pada pencegahan stunting melalui pemenuhan kebutuhan informasi ke masyarakat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jmpm

Publisher

Subject

Public Health Social Sciences

Description

Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat (JMPM) merupakan jurnal (Open Journal System) untuk hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial dan ...