Eka Diana Permatasari
Program Studi Ilmu Keperawatan dan Ners, Universitas Bhamada Slawi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIVITAS FISIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Eka Diana Permatasari; Arif Rakhman; Luthfiyatul Janah
Jurnal Keperawatan Malang Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v9i2.330

Abstract

Latar belakang: Fenomena penderita DM Tipe II, rata-rata tidak melakukan aktivitas fisik. Kadar gula darah penderita DM Tipe II sebagian besar tidak terkontrol dan penderita baru mengetahui adanya dampak penyakit komplikasi dari DM Tipe II. Tujuan: Mengidentifikasi gambaran aktivitas fisik pada pasien DM Tipe II di Puskesmas Lebaksiu Metode: Desain penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling melibatkan 40 orang pasien DM Tipe II sebagai responden. Peneliti menggunakan instrumen kuesioner International Physical Activity Qustionnaires (IPAQ). Analisis hasil penelitian menggunaakn analisis deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukan gambaran aktivitas fisik pasien DM Tipe II di Puskesmas Lebaksiu dari 40 responden, 31 responden (77,5%) aktivitas fisik sedang, melakukan aktivitas fisik kategori sedang seperti mencuci, menyapu dilakukan mayoritas 7 hari dengan waktu 30 menit. Aktivitas fisik pasien DM Tipe II menunjukkan aktivitas sedang yang dilakukan dalam bentuk kegiatan sehari-hari. Implikasi: Pasien DM Tipe II perlu melakukan aktivitas fisik khusus untuk pasien DM seperti senam DM tidak hanya melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian selanjutnya dapat meneliti secara kualitatif terkait aktivitas fisik pasien DM. Background: The phenomenon of patients with Type II diabetes, on average, didn’t do physical activity. Blood sugar levels of Type II DM patients are mostly uncontrolled and the patients only find out about the impact of complications from Type II DM. Purpose: Identifying the description of physical activity in Type II DM patients at Lebaksiu Health Center Methods: The research design uses a quantitative descriptive research type with a survey method. Sampling using the total sampling method involving 40 Type II DM patients as respondents. The researcher used the International Physical Activity Questionnaires (IPAQ) questionnaire instrument. Analysis of the research results using descriptive analysis. Result: The results of the study showed physical activity of Type II DM patients at Lebaksiu Health Center from 40 respondents, 31 respondents (77.5%) moderate physical activity, such as washing, sweeping is done mostly 7 days with a time of 30 minutes. The physical activity of Type II DM patients shows moderate activity carried out in the form of daily activities. Implication: Type II DM patients need to do special physical activities for DM patients such as DM gymnastics, not just doing daily activities. Further research can examine qualitatively related to physical activity of DM patients.
Langkah Nyata Cegah Stunting: Edukasi Kesehatan Inovatif melalui Metode Brainstorming dan Audiovisual bagi Pasangan Usia Subur Eka Diana Permatasari; Nurhakim Yudhi Wibowo; Susi Muryani; Khodijah Khodijah; Novi Aprilia Kumala Dewi; Ratna Widhiastuti; Yessy Pramita Widodo; Arif Rakhman; Ikawati Setyaningrum; Feny Dwi Anggraeni
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.860

Abstract

Stunting menjadi salah satu permasalahan gizi pada anak di Indonesia. Salah satu penyebab kejadian stunting di Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal karena pola asuh yang tidak tepat dalam memilih, mengolah, dan menyajikan makanan. Berdasarkan survei yang dilakukan tim pengabdian masyarakat ditemukan bahwa sebagian besar pasangan usia subur memiliki pemahaman yang rendah tentang stunting. Pasangan usia subur (PUS) belum memiliki keinginan mengakses informasi tentang kehamilan, masa nifas, ASI, makanan pendamping ASI, dan imunisasi komprehensif. Tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang stunting sebagian besar dalam kategori kurang. Kurangnya pengetahuan pada pasangan usia subur memiliki risiko tinggi menyumbang peningkatan angka kejadian stunting karena berpengaruh terhadap pemenuhan gizi anak. Upaya pencegahan stunting secara terpadu dilakukan dengan intervensi sensitif dan spesifik. Edukasi dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan stunting melalui peningkatan pemahaman PUS sebagai calon orang tua. Media edukasi inovatif dan interaktif yang digunakan berupa audiovisual dan metode brainstorming yang terbukti efektif dalam peningkatan pengetahuan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan PUS terhadap stunting terkait konsep stunting dan pemenuhan gizi bagi anak. Hasil menunjukkan peningkatan 83,5% pada pasangan usia subur setelah diberikan edukasi dengan metode brainstorming dan audiovisual tentang konsep stunting dan pemenuhan kebutuhan gizi anak. Program ini menunjukkan bahwa edukasi yang inovatif mampu memberikan kontribusi secara tidak langsung pada pencegahan stunting melalui pemenuhan kebutuhan informasi ke masyarakat.