Perubahan iklim memberikan dampak signifikan hingga tingkat lokal, termasuk di Payakumbuh Barat, Sumatera Barat, sementara literasi iklim siswa sekolah dasar masih rendah. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan literasi iklim siswa dan memberdayakan guru dalam menyusun serta menerapkan pembelajaran berbasis lingkungan. Metode kegiatan meliputi workshop dan pendampingan guru, penerapan pembelajaran interaktif bagi siswa melalui edukasi jejak karbon, simulasi perhitungan jejak karbon, eksperimen efek rumah kaca, dan penanaman bibit pohon, serta evaluasi pretest–posttest dan penyediaan media edukatif untuk keberlanjutan program. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan siswa dari 80% menjadi 95% dan kesadaran lingkungan dari 80% menjadi 98%, dengan partisipasi aktif dalam seluruh kegiatan. Empat orang guru berhasil menyusun RPP berbasis literasi iklim yang inovatif dan aplikatif, mendukung integrasi isu lingkungan dalam pembelajaran sehari-hari. Keberlanjutan program dijamin melalui toolkit edukatif, media visual, dan penyerahan bibit pohon yang memungkinkan praktik ramah lingkungan tetap diterapkan di sekolah. Kegiatan ini menunjukkan efektivitas pendekatan interaktif, kontekstual, dan aplikatif dalam menumbuhkan literasi iklim, kesadaran, serta perilaku ramah lingkungan pada siswa sejak usia dini.
Copyrights © 2026