Penelitian ini mengkaji praktik Living Qur’an dalam program SAPALA (Santri Pecinta Alam) di MATIQ Isy Karima melalui pendekatan fenomenologi. Penelitian ini berfokus pada bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an tentang tadabbur alam diresapi, dimaknai, dan dihidupkan oleh santri dalam pengalaman kegiatan alam terbuka. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap anggota SAPALA, pembina kegiatan, dan pengurus pesantren.Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Living Qur’an dalam program SAPALA tampak melalui resepsi fungsional dan resepsi eksegetis terhadap ayat-ayat kauniyah, khususnya Q.S. Ali Imran [3]: 190–191 dan Q.S. Yunus [10]: 101. Ayat-ayat tersebut tidak hanya dibaca dan dipahami secara tekstual, tetapi diinternalisasikan melalui aktivitas hiking, camping, survival, muhasabah, tilawah, dan tadabbur alam. Pengalaman berada di alam terbuka melahirkan kesadaran religius santri tentang kebesaran Allah, keterbatasan manusia, serta hubungan spiritual antara manusia, alam, dan Al-Qur’an. Secara fenomenologis, santri memaknai kegiatan SAPALA bukan sekadar aktivitas kepesantrenan, melainkan pengalaman Qur’ani yang menghadirkan Al-Qur’an dalam realitas kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa Living Qur’an dapat diwujudkan melalui pengalaman spiritual berbasis alam yang membentuk kesadaran religius dan karakter Islami santri secara kontekstual.
Copyrights © 2026