Penelitian bertujuan menganalisis faktor-faktor demografi dan ekonomi yang memengaruhi garis kemiskinan di 27 kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat selama periode 2020-2023. Data sekunder bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencakup variabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), upah minimum, dan jumlah penduduk miskin. Pendekatan regresi data panel digunakan dengan tiga model kandidat: Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM). Pemilihan model terbaik dilakukan melalui Uji Chow dan Uji Hausman yang keduanya mengindikasikan Fixed Effect Model (FEM) sebagai model paling tepat. Sebelum estimasi, uji multikolinearitas menggunakan Variance Inflation Factor (VIF) memastikan tidak ada kolinearitas serius antar variabel. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa IPM dan upah minimum berpengaruh positif dan signifikan terhadap garis kemiskinan, sementara TPAK, TPT, dan jumlah penduduk miskin tidak berpengaruh signifikan. Model FEM mampu menjelaskan 94,20% variasi data (R-squared within = 0,9420) dengan F-statistik sebesar 247,05. Uji asumsi residual menunjukkan normalitas terpenuhi, namun terdeteksi heteroskedastisitas dan autokorelasi positif yang diselesaikan dengan robust standard errors.
Copyrights © 2026