Penurunan kualitas jalan akibat tingginya beban lalu lintas, termasuk beban berlebih (overloading), serta pengaruh kondisi lingkungan yang berubah-ubah memerlukan penanganan melalui pemeliharaan jalan. Pemeliharaan berupa rehabilitasi, preventif, hingga rekonstruksi dilakukan agar jalan tetap mampu melayani beban lalu lintas dengan memperhatikan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Salah satu metode penanganan yang umum digunakan adalah lapis tambah (overlay) untuk meningkatkan kapasitas struktur perkerasan yang mengalami kerusakan. Penelitian ini menganalisis tebal lapis tambah pada ruas jalan Umu (Batas Provinsi Gorontalo–Paleleh) berdasarkan data lendutan yang diperoleh menggunakan alat Falling Weight Deflectometer (FWD). Tujuan analisis ini adalah menentukan tebal lapis tambah yang optimal agar struktur jalan mampu menahan beban lalu lintas secara aman. Hasil analisis menunjukkan tebal lapis tambah maksimum yang dibutuhkan adalah 11 cm, terdiri atas AC-WC 4 cm dan AC-BC leveling min. 7 cm.
Copyrights © 2026