Latar Belakang: Selama melakukan aktivitas fisik, tubuh bekerja lebih keras sehingga membutuhkan lebih banyak oksigen dan nutrisi untuk disalurkan ke otot. Kondisi ini menyebabkan peningkatan tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi pernapasan. Cairan isotonik mengandung elektrolit dan gula dalam konsentrasi yang mirip dengan cairan tubuh, sehingga dapat dengan cepat diserap dan membantu mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit. Tujuan: pada penelitian ini untuk melihat pengaruh pemberian cairan isotonik terhadap tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi pernapasan pada aktivitas fisik mahasiswa kedokteran universitas abulyatama angkatan 2023 dan 2024. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimental dengan pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 46 orang yang terbagi menjadi 23 orang kelompok kontrol dan 23 orang kelompok intervensi. Analisis data menggunakan uji t-test. Hasil: menunjukkan terdapat pengaruh pemberian cairan isotonik terhadap perubahan tekanan darah setelah melakukan aktivitas fisik dengan nilai signifikansi 0,012 < 0,05 dan tidak terdapat pengaruh pemberian cairan isotonik terhadap perubahan denyut nadi dan frekuensi pernapasan dengan nilai signifikansi 0,448 > 0,05 dan 1,000 > 0,05. Kesimpulan: Pemberian cairan isotonik berpengaruh signifikan terhadap perubahan tekanan darah setelah aktivitas fisik, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap denyut nadi dan frekuensi pernapasan pada mahasiswa kedokteran Universitas Abulytama angkatan 2023 dan 2024
Copyrights © 2026