Andri
Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Cairan Isotonik Terhadap Vital Sign Setelah Melakukan Aktivitas Fisik Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Abulyatama Angkatan 2023 dan 2024 Ula ‘Azizah; Aditya Chandra; Andri
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.770

Abstract

Latar Belakang: Selama melakukan aktivitas fisik, tubuh bekerja lebih keras sehingga membutuhkan lebih banyak oksigen dan nutrisi untuk disalurkan ke otot. Kondisi ini menyebabkan peningkatan tekanan darah,  denyut nadi, dan  frekuensi pernapasan. Cairan isotonik mengandung elektrolit dan gula dalam konsentrasi yang mirip dengan cairan tubuh, sehingga dapat dengan cepat diserap dan membantu mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit. Tujuan: pada penelitian ini untuk melihat pengaruh pemberian cairan isotonik terhadap tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi pernapasan pada aktivitas fisik mahasiswa kedokteran universitas abulyatama angkatan 2023 dan 2024. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimental dengan pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 46 orang yang terbagi menjadi 23 orang kelompok kontrol dan 23 orang kelompok intervensi. Analisis data menggunakan uji t-test. Hasil: menunjukkan terdapat pengaruh pemberian cairan isotonik terhadap perubahan tekanan darah setelah melakukan aktivitas fisik dengan nilai signifikansi 0,012 < 0,05 dan tidak terdapat pengaruh pemberian cairan isotonik terhadap perubahan denyut nadi dan frekuensi pernapasan dengan nilai signifikansi 0,448 > 0,05 dan 1,000 > 0,05. Kesimpulan: Pemberian cairan isotonik berpengaruh signifikan terhadap perubahan tekanan darah setelah aktivitas fisik, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap denyut nadi dan frekuensi pernapasan pada mahasiswa kedokteran Universitas Abulytama angkatan 2023 dan 2024
Pengetahuan dan Perilaku Orang Tua Tentang Pemberian Gizi Seimbang Pada Anak Usia 2-5 Tahun Narisa Rahmadila; Eka Yunita Amna; Andri
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.714

Abstract

Gizi seimbang sangat penting dalam meunjang tumbuh kembang anak, khususnya usia balita yang merupakan masa keemasan (golden period). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat pengetahuan orang tua dan perilaku orang tua tentang pemberian gizi seimbang pada anak usia 2-5 tahun di wilayah kerja puskesman Ulee Kareng, Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripstif kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret-April 2025 dengan jumlah responden 90 orang tua yang dipilih melalu Teknik total sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup informasi demografi, tingkat pengetahuan dan perilaku orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 20–35 tahun (64,4%), dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi (52,2%) dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (43,3%). Sebanyak 55,6% ibu mempunyai pengetahuan baik tentang gizi seimbang dan perilaku dalam pemberian gizi seimbang tergolong tepat (77,8%). Berdasarkan karakteristik usia anak usia 2 tahun (70,0%) dan jenis kelamin perempuan lebih mendominasi. Hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik turut mendorong perilaku yang tepat dalam pemberian gizi seimbang. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi dan penyuluhan gizi secara berkelanjutan kepada orang tua guna mendukung pertumbuhan anak yang optimal.
Tingkat Pengetahuan Sikap dan Perilaku Pasien Terhadap Penyakit Hipertensi di UPTD Puskesmas Perawatan Kuala Batee Nabilla Aprilya; Andri; Aditya Chandra
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 1 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i1.830

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di dunia, termasuk di Indonesia dan Provinsi Aceh. Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala namun dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Faktor pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien menjadi penentu penting dalam pengendalian hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Perawatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan instrumen skala Guttman untuk pengetahuan dan skala Likert untuk sikap dan perilaku. Analisis dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayorias responden memiliki pengetahuan baik tentang hipertensi yaitu sebanyak 58 orang (64,4%), sikap baik sebanyak 60 orang (66,7%), dan perilaku baik sebanyak 71 orang (78,9%). Karakteristik responden didominasi oleh perempuan (67,8%), kelompok usia 51–60 tahun (32,2%), dengan mayoritas bekerja sebagai ibu rumah tangga (44,4%) dan tingkat pendidikan dasar (26,7%). Sebagian besar pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Perawatan Kuala Batee memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik dalam pengelolaan hipertensi. Namun, kelompok dengan pengetahuan dan sikap kurang tetap memerlukan intervensi edukasi kesehatan berkelanjutan untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Pengaruh Senam Jantung Sehat Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Babahrot Kabupaten Aceh Barat Daya Ulfa Muriza M; Andri; Nanda Desreza
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 3 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i3.645

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia dan sering disebut sebagai “silent killer” karena tidak menunjukkan gejala yang nyata. Senam jantung sehat merupakan bentuk intervensi non-farmakologis yang dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam jantung sehat terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi di Puskesmas Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa senam jantung sehat dilakukan selama 8 kali dalam 1 bulan (2 kali seminggu), dengan pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 144,775 mmHg menjadi 142,413 mmHg, dan tekanan darah diastolik dari 86,806 mmHg menjadi 84,969 mmHg setelah intervensi. Analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan tersebut signifikan secara statistik (p < 0.05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa senam jantung sehat terbukti memiliki pengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi. Senam ini dapat direkomendasikan sebagai intervensi pendukung non-farmakologis dalam penanganan hipertensi di layanan primer seperti puskesmas.