Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi
Vol 5 No 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Ke-6 Politeknik Negeri

Analisis Struktur Bangunan Hotel dengan Sistem Beton Pracetak Sebagai Konstruksi Cepat untuk Efisiensi Waktu Pelaksanaan Konstruksi

Datunsolang, Ananda (Unknown)
Putri Maria Manampiring, Keysia (Unknown)
Tirie, Zefanya (Unknown)
Kawatak, Kezia (Unknown)
Switly Peginusa, Stefani (Unknown)
Pendekar Lonan, Trio (Unknown)
Grace Mantiri, Helen (Unknown)
Richard Kamurahan, Steven (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Jun 2026

Abstract

Pembangunan Education Hotel 2 lantai di Politeknik Negeri Manado dituntut berjalan cepat agar tidak mengganggu aktivitas akademik. Penelitian ini bertujuan menguji keamanan struktur menggunakan ETABS, serta menghitung perbandingan durasi dan biaya antara metode beton pracetak dan konvensional. Metode yang digunakan meliputi pemodelan struktur sesuai SNI, serta analisis RAB dan Kurva S. Hasil analisis ETABS menunjukkan struktur pracetak aman menahan beban gempa. Dari aspek waktu, metode pracetak unggul dengan total pelaksanaan 19 minggu, atau lebih cepat 6 minggu (hemat 24%) dibanding konvensional (25 minggu). Berdasarkan aspek anggaran, komponen pracetak berhasil memotong biaya material lapangan pada pekerjaan kolom sebesar 47,74%, balok 50,08%, dan pelat lantai 34,51%. Namun, akibat adanya tuntutan biaya tambahan operasional khusus pracetak sebesar Rp537.600.000, total biaya akhir setelah kalkulasi PPN 11% dan O&P 4% menjadi secara konsisten 27,98% lebih mahal daripada metode konvensional. Kesimpulannya, teknologi pracetak sangat direkomendasikan untuk proyek yang mengutamakan kecepatan durasi di area fasilitas kampus, meskipun memerlukan alokasi anggaran yang lebih tinggi. Pembangunan Education Hotel 2 lantai di Politeknik Negeri Manado dituntut berjalan cepat agar tidak mengganggu aktivitas akademik. Penelitian ini bertujuan menguji keamanan struktur menggunakan ETABS, serta menghitung perbandingan durasi dan biaya antara metode beton pracetak dan konvensional. Metode yang digunakan meliputi pemodelan struktur sesuai SNI, serta analisis RAB dan Kurva S. Hasil analisis ETABS menunjukkan struktur pracetak aman menahan beban gempa. Dari aspek waktu, metode pracetak unggul dengan total pelaksanaan 19 minggu, atau lebih cepat 6 minggu (hemat 24%) dibanding konvensional (25 minggu). Berdasarkan aspek anggaran, komponen pracetak berhasil memotong biaya material lapangan pada pekerjaan kolom sebesar 47,74%, balok 50,08%, dan pelat lantai 34,51%. Namun, akibat adanya tuntutan biaya tambahan operasional khusus pracetak sebesar Rp537.600.000, total biaya akhir setelah kalkulasi PPN 11% dan O&P 4% menjadi secara konsisten 27,98% lebih mahal daripada metode konvensional. Kesimpulannya, teknologi pracetak sangat direkomendasikan untuk proyek yang mengutamakan kecepatan durasi di area fasilitas kampus, meskipun memerlukan alokasi anggaran yang lebih tinggi.

Copyrights © 2026