Intubasi Endotracheal Tube (ETT) pada tindakan anestesi umum sering menimbulkan keluhan Postoperative Sore Throat (POST), yaitu nyeri tenggorokan pascaoperasi akibat iritasi dan inflamasi pada mukosa saluran napas yang dapat menurunkan kenyamanan dan memperlambat pemulihan pasien. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis yang efektif adalah terapi kompres dingin, yang bekerja dengan menurunkan suhu lokal, memperlambat konduksi impuls saraf nyeri, dan mengurangi proses inflamasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik peserta serta mengidentifikasi skala nyeri tenggorokan sebelum dan sesudah pemberian kompres dingin pada pasien pasca intubasi ETT. Kegiatan dilakukan pada 30 peserta pasca intubasi ETT di RSUD Salatiga pada 17 November–3 Desember 2025. Intervensi dilakukan dengan mengukur skala nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS), memberikan kompres dingin menggunakan cold pack bersuhu ±10°C selama 15 menit pada area leher anterior, kemudian mengukur kembali skala nyeri. Hasil menunjukkan sebelum intervensi, 18 peserta (60,0%) mengalami nyeri sedang dan 12 peserta (40,0%) nyeri ringan. Setelah intervensi, 28 peserta (93,3%) mengalami nyeri ringan, 1 peserta (3,3%) tidak nyeri, dan 1 peserta (3,3%) masih mengalami nyeri sedang. Terapi kompres dingin cold pack terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri tenggorokan pasca intubasi ETT secara nonfarmakologis.
Copyrights © 2026