Keluarga merupakan unit pertama yang memiliki tugas dalam pembentukan kepribadian remaja. Salah satu tugas pembentukan tersebut seperti dalam hal berkomunikasi. Pembentukan komunikasi dalam keluarga memiliki peran penting untuk keharmonisan antar keluarga. Namun faktanya, meningkatnya kesibukan orangtua, penggunaan teknologi digital, serta rendahnya kualitas interaksi dalam keluarga sehingga memunculkan permasalahan komunikasi yang berdampak pada perubahan sikap remaja. Sehingga, menyebabkan munculnya hambatan komunikasi, seperti kurangnya perhatian, kesulitan mengekspresikan emosi, dan perilaku menyimpang Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan komunikasi keluarga serta dampak terhadap remaja. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Selain itu, pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara secara terbuka. Penelitian ini melibatkan 3 subjek yang memiliki permaslaahan komunikasi terhadap orangtua. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya keterbukaan komunikasi keluarga memicu konflik, perilaku menarik diri, serta kecenderungan mencari dukungan emosional di luar keluarga. Oleh karena itu, peningkatan kualitas komunikasi keluarga penting untuk mendukung perkembangan psikologis remaja
Copyrights © 2026