Frinda Dewi Pertiwi
Universitas Islam Cordoba

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

DAMPAK CLIENT CENTERED COUNSELING TERHADAP REGULASI DIRI SISWA YANG MENGALAMI PROKRASTINASI AKADEMIK Frinda Dewi Pertiwi; Nurus Sa`adah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 8, No 1 (2022): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.937 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v8i1.7126

Abstract

Beranekaragamnya perilaku yang dilakukan siswa pasti memberikan dampak positif atau dampak negatif bagi diri, seperti halnya perilaku prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik merupakan salah satu tindakan negatif yang dilakukan siswa secara sadar, dengan menunda penyelesaian tugas dengan lebih mengedepankan keinginan atau hal lain sehingga menjadikan kesenjangan dalam waktu. Diantara faktornya, kurang fahamnya siswa terhadap materi mata pelajaran dan pengaruh teman sebaya yang memberikan hasutan untuk mengedepankan keinginan daripada kebutuhan. Salah satu upaya preventif untuk menangani kasus tersebut yakni menyadarkan siswa dengan menerapkan teknik Client Centered Counseling (CCT) dengan tujuan untuk mengasah regulasi diri siswa dengan kasus yang diperbuat. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek yang diteliti berjumlah 5 siswa yang bertempat di MTs Unggulan Jabal Nur Darussalam. Teknik pengumpulan data menggunakan cara teknik observasi, dan wawancara. Selain itu, analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan. Adapun hasilnya, ada 4 aspek preventif dalam regulasi diri dari beberapa informan yang melakukan prokrastinasi akademik yakni, dengan regulasi kognitif, regulasi waktu, regulasi sosial, dan regulasi motivasi.____________________________________________________________________ The diversity of behavior carried out by students must have a positive or negative impact on themselves, such as academic procrastination behavior. Academic procrastination is one of the negative actions taken by students consciously, by delaying the completion of assignments by prioritizing desires or other things so as to create gaps in time. Among the factors, students' lack of understanding of the subject matter and the influence of peers who provide incitement to prioritize desires rather than needs. One of the preventive measures to handle these cases is to make students aware by applying the Client Centered Counseling (CCT) technique with the aim of sharpening students' self-regulation with the cases they have committed. The research method used is a qualitative method with a descriptive type. The subjects studied were 5 students who were housed at MTs Unggulan Jabal Nur Darussalam. Data collection techniques using observation techniques, and interviews. In addition, data analysis is carried out by reducing data, presenting data, drawing conclusions. As for the results, there are 4 preventive aspects in self-regulation of some informants who carry out academic procrastination, namely, cognitive regulation, time regulation, social regulation, and motivation regulation.
Pengaruh Self Efficacy Dan Perilaku Asertif Remaja Dalam Menghadapi Kasus Bullying Frinda Dewi Pertiwi; Ahmad Fauzi
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v6i2.2087

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada pengaruh tidaknya self efficacy terhadap kasus bullying, untuk mengetahui ada pengaruh tidaknya perilaku asertif remaja terhadap bullying, untuk mengetahui ada pengaruh tidaknya self efficacy dan perilaku asertif remaja terhadap kasus bullying di Desa Bomo Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan pengambilan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan menyebarkan angket. Penyebaran angket menggunakan skala likert dan pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah 90 responden. Selain itu, analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yakni regresi linier berganda. Adapun hasil yang diperoleh adalah H1: adanya pengaruh self efficacy terhadap bullying dengan nilai Sig 0.00> 0.05, H2: adanya pengaruh perilaku asertif terhadap bullying dengan nilai Sig 0.00>0.05, dan H3: terdapat pengaruh self efficacy dan perilaku asertif dalam menghadapi kasus bullying, pengujian statistik dengan hasil angka Sig 0.00>0.05.
Efektifitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Dalam Menurunkan Perilaku Maladaptif Siswa SMA Frinda Dewi Pertiwi; Mutiara Cahya Noviani; Erika Setyanti Kusuma Putri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.4519

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat keefektivitasan REBT dalam menurunkan perilaku maladaptif siswa Kelas XI di MA AL-Huda Bomo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis quasi esperimental dengan desain The Non Equivalent Control Group. Populasi seluruh kelas XI di MA AL-Huda Bomo adalah 90 siswa dengan pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling yakni dengan jumlah 20 responden yang terdiri dari 10 kelompok kontrol dan 10 kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, penyebaran angket, dan treatment. Selain itu, analisis data yang digunakan yakni dengan Uji Independet T Test. Hasil pada penelitian ini, menunjukkan bahwa penerapan REBT terbukti efektif dalam menurunkan perilaku maladaptif dengan nilai Sig. 0.00<0.05. Keberhasilan tersebut dikarenakan responden telah menyadari kesalahannya, telah mengerti dan mampu membedakan hal rasional-irrasional, berusaha membantu dirinya sendiri untuk menurunkan perilaku tersebut dan juga mendapatkan dukungan sosial dari beberapa pihak yang ikut serta meminimalisir kasus tersebut dan dari bantuan model ABCDE dari teknik REBT. Kata kunci: rational emotive behaviour therapy (REBT), perilaku maladaptif, siswa
Problematika Komunikasi Keluarga dan Implikasi Terhadap Sikap Remaja Muhammad Ilham Hafidz Hafidz; Frinda Dewi Pertiwi
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v3i1.9326

Abstract

Keluarga merupakan unit pertama yang memiliki tugas dalam pembentukan kepribadian remaja. Salah satu tugas pembentukan tersebut seperti dalam hal berkomunikasi. Pembentukan komunikasi dalam keluarga memiliki peran penting untuk keharmonisan antar keluarga. Namun faktanya, meningkatnya kesibukan orangtua, penggunaan teknologi digital, serta rendahnya kualitas interaksi dalam keluarga sehingga memunculkan permasalahan komunikasi yang berdampak pada perubahan sikap remaja. Sehingga, menyebabkan munculnya hambatan komunikasi, seperti kurangnya perhatian, kesulitan mengekspresikan emosi, dan perilaku menyimpang Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan komunikasi keluarga serta dampak terhadap remaja. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Selain itu, pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara secara terbuka. Penelitian ini melibatkan 3 subjek yang memiliki permaslaahan komunikasi terhadap orangtua. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya keterbukaan komunikasi keluarga memicu konflik, perilaku menarik diri, serta kecenderungan mencari dukungan emosional di luar keluarga. Oleh karena itu, peningkatan kualitas komunikasi keluarga penting untuk mendukung perkembangan psikologis remaja
Analisis Bentuk-Bentuk Asesmen dalam Bimbingan Konseling Islam Munib Prawira; Frinda Dewi Pertiwi; Afifah Ulya; Shofia Anisa; Ahmad Romadoni
Journal of Communication and Da'wah Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Communication and Da'wah Vol.1 No.2, December 2025
Publisher : Universitas Islam Cordoba Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas bentuk-bentuk asesmen dalam Bimbingan dan Konseling Islam berdasarkan kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah library research, dengan mengumpulkan dan menganalisis dari berbagai sumber pustaka yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa bentuk asesmen dalam bimbingan dan konseling islam mencakup dua bentuk yakni asesmen tes dan asesmen non tes. Asesmen tes meliputi tes kecerdasan, tes kepribadian, tes minat, tes bakat. Sedangkan pada asesmen non tes meliputi observasi, wawancara, angket/kuesioner, alat ungkap masalah, dan daftar cek masalah. Perlunya pengimplementasian asesmen pada proses konseling agar memudahkan konselor untuk mengidentifikasi sumber permasalahan awal konseli. Pemilihan asesmen ditentukan sesuai dengan permasalahan yang dialami klien, Dengan demikian, asesmen menjadi landasan penting bagi konselor dalam memahami kondisi klien secara lebih komprehensif sebagai dasar perencanaan dan pelaksanaan layanan konseling.    
Problematika Komunikasi Keluarga dan Implikasi Terhadap Sikap Remaja Muhammad Ilham Hafidz Hafidz; Frinda Dewi Pertiwi
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v3i1.9326

Abstract

Keluarga merupakan unit pertama yang memiliki tugas dalam pembentukan kepribadian remaja. Salah satu tugas pembentukan tersebut seperti dalam hal berkomunikasi. Pembentukan komunikasi dalam keluarga memiliki peran penting untuk keharmonisan antar keluarga. Namun faktanya, meningkatnya kesibukan orangtua, penggunaan teknologi digital, serta rendahnya kualitas interaksi dalam keluarga sehingga memunculkan permasalahan komunikasi yang berdampak pada perubahan sikap remaja. Sehingga, menyebabkan munculnya hambatan komunikasi, seperti kurangnya perhatian, kesulitan mengekspresikan emosi, dan perilaku menyimpang Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan komunikasi keluarga serta dampak terhadap remaja. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Selain itu, pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara secara terbuka. Penelitian ini melibatkan 3 subjek yang memiliki permaslaahan komunikasi terhadap orangtua. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya keterbukaan komunikasi keluarga memicu konflik, perilaku menarik diri, serta kecenderungan mencari dukungan emosional di luar keluarga. Oleh karena itu, peningkatan kualitas komunikasi keluarga penting untuk mendukung perkembangan psikologis remaja