Penelitian ini membahas analisis wacana kritis (AWK) terhadap berita berjudul “Polda Metro usut dugaan Wanita ditipu Rp430 juta usai diancam lewat telepon” dari Detik.com untuk mengungkap kekuasaan dan ideologi yang tersirat. Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya memahami representasi sosial dan konstruksi makna dalam media massa yang memengaruhi persepsi publik. Tujuannya menganalisis struktur wacana, strategi retoris, dan representasi sosial menggunakan model AWK Teun A. Van Dijk. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data berupa teks berita diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap narasi lengkap kasus dugaan penipuan Rp430 juta. Analisis dilakukan berdasarkan struktur makro, superstruktur, struktur mikro, dan strategi diskursif. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita mengonstruksi korban sebagai pihak lemah, pelaku sebagai ancaman, dan kepolisian sebagai institusi berwibawa. Penelitian ini menegaskan bahwa media membentuk cara pembaca memahami kasus penipuan melalui sudut pandang tertentu.
Copyrights © 2025