Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS
Vol. 4 No. 3 (2026): Juni

SKRINING SGOT DAN SGPT UNTUK DETEKSI AWAL RISIKO SIROSIS HEPATIS PADA POPULASI DEWASA DI KOMUNITAS GEREJA BAPTIS CENGKARENG

Welly Hartono Ruslim (Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia)
Alexander Halim Santoso (Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Gangguan fungsi hati sering berkembang secara subklinis dan berkaitan dengan perubahan metabolik pada populasi dewasa produktif. Pemeriksaan enzim transaminase seperti SGOT dan SGPT dapat dimanfaatkan sebagai indikator awal untuk mendeteksi stres hepatoseluler, sehingga skrining berbasis komunitas yang terintegrasi dengan edukasi kesehatan menjadi strategi penting dalam upaya promotif dan preventif.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada komunitas dewasa dengan pendekatan manajemen mutu Plan–Do–Check–Act (PDCA). Tahap Plan mencakup identifikasi masalah dan perencanaan skrining fungsi hati; tahap Do berupa pelaksanaan pemeriksaan SGOT dan SGPT menggunakan metode point-of-care testing (POCT) serta edukasi kesehatan; tahap Check meliputi evaluasi hasil pemeriksaan berdasarkan nilai rujukan; dan tahap Act berupa konseling serta rekomendasi tindak lanjut bagi peserta berisiko. Data disajikan secara deskriptif. Sebanyak 109 partisipan dengan rerata usia 42,81±13,55 tahun dan dominasi perempuan (67,9%) mengikuti kegiatan. Rerata kadar SGOT adalah 24,51±7,44 U/L dan SGPT 25,11±7,72 U/L, dengan seluruh nilai berada dalam kisaran normal. Distribusi menunjukkan kecenderungan kadar SGPT yang sedikit lebih tinggi pada perempuan. Variasi nilai yang moderat mengindikasikan potensi adanya perubahan metabolik awal meskipun belum melampaui batas klinis. Implementasi skrining fungsi hati berbasis komunitas dengan pendekatan PDCA efektif sebagai strategi deteksi dini dan edukasi kesehatan. Meskipun nilai enzim berada dalam batas normal, temuan ini menunjukkan adanya potensi stres metabolik subklinis, sehingga intervensi promotif-preventif sejak dini diperlukan untuk mencegah progresivitas gangguan hati dan penyakit metabolik.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JPKI2

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance Education Environmental Science Social Sciences

Description

Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS (JPKI2) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Ekonomi, Hukum,Teknik, kedokteran, Pertanian, Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Ilmu Sosial dan Ilmu ...