Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan larangan penggunaan handphone Android di SMAN 2 Payakumbuh serta dampaknya terhadap transformasi perilaku dan budaya sekolah dalam perspektif supervisi pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala bidang kesiswaan, guru BK, siswa, dan orang tua. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini menghasilkan transformasi multidimensi: pemulihan interaksi sosial tatap muka, peningkatan kualitas akademik, budaya literasi yang lebih kuat, serta peningkatan khusyuk dalam kegiatan religius. Evaluasi dari perspektif supervisi pendidikan Islam menunjukkan kesesuaian kebijakan ini dengan prinsip Raqabah, Al-Mashlahah, dan Uswah Hasanah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan fasilitas digital terkelola sebagai alternatif substitusi serta pengembangan modul literasi digital berbasis karakter Islami.
Copyrights © 2026