Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa aktif pada bidara laut(Strychnos lucida) dan daun kelor (Moringa oleifera) secara kualitatif dan kuantitatif sertamenguji kelayakan simplisia kulit bidara laut (Strychnos lucida) dan daun kelor (Moringaoleifera). Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan pengujian fitokimia secarakualitatif menggunakan senyawa kimia untuk melihat keberadaan dari metabolit sekunder padatumbuhan obat. Lalu, pengujian secara kuantitatif, dilakukan dengan pengujian fenolik totaldan flavonoid total menggunakan reagen standar Gallic acid dan Catechin.Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam pengujian kualitatif, kulit bidara lautmengandung senyawa flavonoid, alkaloid dan tanin, sedangkan daun kelor mengandungalkaloid dan tanin. Hal ini dapat dipengaruhi oleh metode maserasi yang digunakan, serta faktorinternal dan eksternal yang dapat memengaruhi kandungan metabolit sekunder pada tumbuhanobat. Berikutnya, hasil pengujian kuantitatif menunjukkan bahwa kadar fenolik total pada kulitbidara laut dan daun kelor itu setara sebesar 77.61 mg GAE/g, yang mungkin terjadidikarenakan metode ekstraksi dan kondisi analisis yang dilakukan hampir sama. Sedangkanpada pengujian flavonoid total, nilai kulit bidara laut lebih besar dibandingkan dengan daunkelor yaitu 77,99 mg CA/g untuk kulit bidara laut dan 68,42 mg CA/g untuk daun kelor.Kata Kunci: Senyawa Bioaktif, Simplisia, Bidara Laut, Kelor, Malaria
Copyrights © 2026