Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PELATIHAN SOFTSKILL PENGGUNAAN UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) PADA MAHASISWA PECINTA ALAM UNIVERSITAS NUSA CENDANA Fadlan Pramatana; I G. B. Adwita Arsa; Nixon Rammang; Halena Meldy Asa; Yusratul Aini; Gustaf Ridolof Saudila; Fiqul El Khoir; F. X. D. Ari Sasongko; Ahmada Yudi Surya; Ape Didex Nino
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15852

Abstract

Di era modern (era industri 4.0), drone atau pesawat udara tanpa awak (PUTA) menjadi salah satu peralatan yang dapat digunakan untuk menunjang berbagai aktifitas, diantaranya bidang fotografi, videografi, promosi, dan juga ilmu pengetahuan pada berbagai bidang keilmuan. Penggunaan teknologi drone memiliki berbagai macam kelebihan yang tidak dimiliki oleh peralatan lainnya, yaitu efisiensi waktu, fleksibilitas, dan mampu melakukan pemotretan kondisi lahan secara aktual dengan resolusi yang sangat tinggi. Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) merupakan salah satu wadah untuk menyalurkan minat dan bakat mahasiswa yang berfungsi sebagai sarana pengembangan pribadi, sosialisasi, dan kesadaran akan lingkungan. Kelompok pecinta alam mengisi kegiatannya dengan melakukan kegiatan di alam bebas yang bersifat sosial serta pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, dukungan keahlian penggunaan teknologi drone akan sangat membantu dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keahlian pendukung dalam pemanfaatan teknologi berupa penggunaan dan pengoperasian drone pada MAPALA Undana. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode penyampaian langsung untuk menjelaskan materi regulasi, pengertian dan jenis-jenis drone, bagian-bagian drone, prosedur persiapan penerbangan drone, serta menggunakan metode pembelajaran yang berpusat pada murid (student centered learning) dengan menggunakan media simulator penggunaan drone. Sasaran program mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan aktif dan komunikatif dikarenakan materi yang disampaikan merupakan hal yang baru bagi mereka. Penyampaian materi didukung oleh media berupa wahana drone secara langsung yang diperkenalkan kepada sasaran program dengan diakhiri oleh praktik penggunaan dan pengoperasian drone dengan tampilan nyata dari simulator.
ANALISIS TUTUPAN LAHAN DESA MATA AIR TAHUN 2023 DI DESA MATA AIR, KECAMATAN KUPANG TENGAH, KABUPATEN KUPANG, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Maria M.E. Purnama; Fadlan Pramatana; Yusratul Aini; Muhammad Soimin
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol10.Iss1.469

Abstract

Tutupan lahan merupakan informasi yang sangat penting dalam berbagai bidang misalnya pertanian, pertambangan, kehutanan dan bidang lainnya. Perubahan tutupan lahan terjadi karena pertumbuhan penduduk yang semakin besar dan perkembangan teknologi yang semakin pesat sehingga menyebabkan suatu wilayah dapat dikonversi menjadi bentuk lain untuk memenuhi kebutuhan manusia baik kebutuhan sandang, pangan terutama lahan untuk pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tutupan lahan Desa Mata Air. Pengambilan data menggunakan metode interprestasi citra yaitu pengunduhan citra, pengambilan data lapangan, Preprocessing, dan Klasifikasi Citra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 klasifikasi tutupan lahan yaitu bangunan, sawah, vegetasi, semak belukar, tegalan, tubuh air dan lahan terbuka. Berdasarkan hasil klasifikasi citra dengan menggunakan metode MLC maka diperoleh tutupan lahan semak belukar sebesar 30% tegalan sebesar 3%. Uji akurasi antara analisis citra dan kondisi di lapangan memberikan hasil klasifikasi sebesar 96,6%.
Movement and Home Range of the Translocated Komodo Dragons (Varanus komodoensis Ouwens, 1912) in Flores, East Nusa Tenggara, Indonesia Ramadhan, Tubagus Muhamad Daffa; Kusrini, Mirza Dikari; Aini, Yusratul; Mahmud, Arief
Media Konservasi Vol. 29 No. 4 (2024): Media Konservasi Vol 29 No 4 September 2024
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/medkon.29.4.660

Abstract

One of the conservation efforts for the Komodo Dragon (Varanus komodoensis) is the translocation of the Komodo. Six juvenile captive-bred Komodo Dragons were translocated from Bogor to Wae Wuul Nature Reserve, East Nusa Tenggara Province, on 23rd September 2023. This research aims to calculate and describe home ranges total daily movements and the habitat conditions of Komodo Dragons. The research was carried out at the Wae Wuul Nature Reserve using the radio tracking method for 11 days, as most of the translocated Komodo Dragons could only survive in the short term. Results showed that translocated Komodo Dragons tend to stay near the initial release location. The average total daily movement translocated Komodo Dragons was 424.53 m day–1 with an average home range of 34.11 ha and an average core area of 8.20 ha. The habitats used by Komodo Dragons are savanna and monsoon forests dominated by bushes and trees. The presence of feral dogs and vehicle road access have the potential to pose a threat to the translocated Komodo Dragons.
PEMBUATAN STEK PUCUK JATI MENGGUNAKAN ROOTON F SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH Seran, Wilhelmina; Kaho, Norman P. L. B. Riwu; Aini, Yusratul; Mau, Astin Elise; Demang, Juandri Inyo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.30502

Abstract

Kegiatan pengabdian dengan penerapan IPTEK kepada masyarakat  yang berjudul Teknik budidaya dengan stek pucuk di Desa Sillu Kecamatan Fatuleu terletak di Kabupaten Kupang. Jumlah lahan kritis masih tergolong cukup besar dan sumber bibit tanaman hutan kebanyakan masih didatangkan dari kabupaten lain. Bibit tanaman jati yang dikembangkan dari biji membutuhkan waktu lama untuk berkecambah sehingga budidaya stek pucuk merupakan salah satu pilihan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.Program ini bertujuan untuk merehabilitasi lahan kritis, kedua mitra ini bisa menjadi produsen penyedia bibit jati, meningkatkan motivasi wirausaha dari para petani, dan menopang pengembangan ekonomi kreatif. Hasil dari program pengabdian ini yaitu mitra dapat membuat demplot persemaian, jemaat GMIT Imanuel Enokaka terampil melakukan suntik hormon rooton f  dalam merangsang pertumbuhan akar jati, menghasilkan bibit jati dengan stek pucuk, dapat menanam bibit jati pada areal lahan kritis
Herpetofauna Diversity at the Nusa Cendana University Pramatana, Fadlan; Aini, Yusratul; Purnama, Maria M. E.; Sipayung, Roni Haposan; Hidayat, Oki
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 1 (2025): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i1.8130

Abstract

University campuses are built to carry out the learning process. Therefore, this area has dramatically developed and impacted on the environment and biodiversity. The Nusa Cendana University (Undana) campus area as a habitat for wild animals is included in the built and managed habitat categories. In human-dominated habitats in urban areas such as Undana, it is still possible for animal species to find habitats to find food, shelter, and water sources. This research aims to analyze herpetofauna diversity and update information on preliminary studies of herpetofauna at Nusa Cendana University so that it can be used as primary data for assessing time series. Data was collected using the Visual Encounter Survey combined with the time-constrained search method for three hours from 18.30 to 21.30 WITA at three habitat types (Agricultural, open-area, and built-area habitat). The observation period is divided into two categories: dry and rainy season. Twelve species from eight herpetofauna families, consisting of four amphibians and eight reptiles, were recorded in three habitat types in the Undana campus area. It was recorded that there were six additional herpetofauna species compared to the preliminary study.
Studi Pendahuluan Keanekaragaman Herpetofauna di Kampus Universitas Nusa Cendana Aini, Yusratul
Wana Lestari Vol 4 No 2 (2022): JURNAL KEHUTANAN
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v7i02.9581

Abstract

Kajian mengenai amfibi dan reptil yang ada di wilayah Nusa Tenggara Timur sangat berbeda dengan kajian mengenai amfibi dan reptile di wilayah Lesser Sunda walaupun wilayah NTT juga disebut sebagai Lesser Sunda Kecil. Lokasi penelitian berada di kampus Universitas Nusa Cendana (UNDANA) dan berada di Pulau Timor. Tujuan dari penelitian ini untuk memetakan keanekaragaman amfibi dan reptil di Kawasan NTT menggunakan Visual Encounter Survey yang digabungkan dengan Time search dengan batas waktu 2 jam pengamatan. Pengambilan data dilakukan pada malam hari di lokasi terestrial. Pengamatan akuatik dalam wilayah kampus UNDANA tidak memungkinkan untuk dilaksanakan. Total herpetofauna yang ditemukan pada survei ini yaitu sebanyak 7 jenis yang terdiri dari 3 jenis amfibi dan 4 jenis reptil yang teridentifikasi hingga tingkat jenis. Keanekaragaman herpetofauna secara umum tergolong kategori sedang dengan indeks kemerataan total menandakan bahwa kondisi komunitas herpetofauna di lokasi mendekati stabil. Walau pun sudah hampir mendekati stabil, menurut pendugaan Jacknife sebesar 10 jenis, masih sangat dimungkinkan pertambahan jenis amfibi dan reptil yang ditemukan dalam kampus Undana dengan penambahan titik pengamatan dan pengamat.
Studi Keanekaragaman Herpetofauna di Kota Kupang Aini, Yusratul
Wana Lestari Vol 5 No 1 (2023): Wana Lestari
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v7i01.11759

Abstract

Kajian mengenai amfibi dan reptile Nusa Tenggara Timur hingga saat ini belum mendapat perhatian dibalik fakta bahwa wilayah Nusa Tenggara Timur memiliki keunikan jenis tidak hanya reptile, namun juga amfibi. Kawasan Nusa Tenggara Timur yang terbagi menjadi pulau-pulau menajdikan adanya kemungkinan spesies di suatu pulau berbeda dengan pulau lainnya. Oleh karena itu studi ini merupakan penelitian dalam jangka Panjang untuk membukukan jenis amfibi dan reptile yang ada di Nusa Tenggara Timur. Total herpetofauna yang ditemukan pada survei ini yaitu sebanyak 7 jenis yang terdiri dari 5 jenis amfibi dan 2 jenis reptil yang teridentifikasi hingga tingkat jenis. Namun masih ada jenis amfibi yang hanya terdeteksi hingga level genus saja. Keanekaragaman herpetofauna secara umum tergolong kategori sedang dengan indeks kemerataan total menandakan bahwa kondisi komunitas herpetofauna di lokasi masih labil dan sebaran jenis tidak merata. Menurut pendugaan Jacknife masih bisa didapatkan spesies hingga memenuhi sebesar 9 jenis. sehingga masih sangat dimungkinkan pertambahan jenis amfibi dan reptil yang ditemukan dalam wilayah pengamatan dengan penambahan titik pengamatan dan pengamat.
Diversity of Herpetofauna in Cukunyinyi Mangrove Ecotourism Area, Pesawaran, Lampung Hasibuan, Mhd Muhajir; Sari, Nurika Arum; Dwiputra, Mohammad Ashari; Permana, Rizki Dimas; Rianingsih, Firma; Adirama, Alfian Zamzami; Witjaya, Oka Rani; Zamili, Abdi Oktarian; Nainggolan, Paolo M.; Aryawan, Adi; Purnomo, Ajis; Sudarsono, Bambang; Hamdani, Hamdani; Aini, Yusratul
Wana Lestari Vol 5 No 1 (2023): Wana Lestari
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v5i01.12574

Abstract

Mangrove are important coastal ecosystems that provide a variety of ecosystem services and ecological functions. These ecosystem services include natural barriers that protect coastal areas from cyclones, tsunamis, and erosion. Habitats for breeding, foraging, and nursery for various species of aquatic and tereterial species. The benefits provided by mangrove are contrast to the rate of degradation. Various parties have a responsibility to contribute to efforts to maintain a sustainable environment. Biodiversity has been globally recognised as one of the determining factors for the sustainability of an ecosystem. The study aims to assess the diversity of herpetofauna species in the Cukunyinyi Mangrove ecotourism area as an instrument of environmental monitoring. The method in this study was the Visual Encounter Survey (VES). The diversity of herpetofauna (H') observed in the area was 1.06 inside the Ecotourism Area and 0.56 outside the ecotourism area. The indices of species richness (Dmg) in each area were 1.24 and 0.72. The two regions have evenly distributed with an evenness value of more than 80%. No species protected under national regulation, two species whose trade was restricted internationally and included in the CITES Appendix II.
Pendeteksian Sebaran Kerapatan Vegetasi dan Suhu Permukaan Menggunakan Citra Landsat di Kabupaten Sabu Raijua Aini, Yusratul
Wana Lestari Vol 5 No 2 (2023): Wana Lestari
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v5i02.14372

Abstract

NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) merupakan salah satu cara untuk mendeteksi kerapatan vegetasi menggunakan band 5 dan 4 dari citra satelit Landsat 9. Sementara itu Land Surface Temperature merupakan salah satu cara untuk mendeteksi suhu permukaan suatu wilayah menggunakan band thermal pada citra Landsat 9. Kerapatan vegetasi dan suhu permukaan merupakan informasi penting yang saling berkaitan terkait dengan perubahan tutupan lahan dan perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sebaran nilai indeks vegetasi dan suhu permukaan pada tahun 2023 serta korelasi antara suhu permukaan dengan indeks vegetasi yang terdapat di Kabupaten Sabu Raijua. Analisis yang digunakan yaitu analisis spasial dengan melakukan perbandingan antara informasi spasial penggunaan lahan dengan data sebaran kelas kerapatan vegetasi dan kelas suhu permukaan. Analisis dilakukan untuk data citra bulan Oktober 2023 yang masih tergolong pada musim kemarau di wilayah Provinsi NTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NDVI pada kabupaten Sabu Raijua memiliki rentang nilai -0.15 hingga 0.44 yang menandakan sebaran nilai ini termasuk kategori non vegetasi hingga vegetasi tinggi. Nilai indeks vegetasi dominan berada pada kategori vegetasi rendah sebesar 59%. Sementara hasil nilai Land Surface Temperature (suhu permukaan) menunjukkan nilai 17oC hingga 37oC pada bulan Oktober 2023 pada semua tipe tutupan lahan. Nilai LST dan NDVI tersebut berkorelasi secara terbalik.
Kepadatan Populasi Tokek Rumah Gekko gecko (Linnaeus, 1758) di Kelurahan Nangameting dan Kelurahan Waioti Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur Aini, Yusratul; Sili, Martinus Raya; Styaningrum, Yeni Tris; Megita, Debby; Suheri, Heri; Mahmud, Arief; Suwandana, Endan
Wana Lestari Vol 5 No 2 (2023): Wana Lestari
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v5i02.14378

Abstract

Status Gekko gecko yang rencananya akan diusulkan kenaikannya dari non-Apendiks menjadi Apendiks II CITES akibat maraknya perburuan tokek di masyarakat, menyebabkan jumlah tokek di alam bebas semakin berkurang. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai populasi tokek rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kerapatan populasi tokek rumah khususnya di Kelurahan Nangameting dan Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan metode wawancara dan pengamatan langsung. Luas area penelitian 23,11 ha dengan jumlah sampel sebanyaak 211 rumah dan 39 orang responden. Hasil penelitian dan analisis melalui wawancara dan pengamatan langsung secara berturut-turut menunjukkan terdapat 63 individu tokek di Kelurahan Nangameting (kepadatan rata-rata populasi nya sebanyak 7,03 individu/ha) dan 18 individu tokek di Kelurahan Waioti (2 individu/ha). Berdasarkan hasil perhitungan ekstrapolasi, populasi tokek rumah di Kecamatan Alok Timur adalah 11.024,96 individu. Data ini diharapkan menjadi dasar dalam upaya pengelolaan/pengendalian peredaran dan perdagangan satwa liar khususnya tokek rumah di wilayah Flores, Indonesia.