Permasalahan rendahnya resiliensi dan keterampilan pengambilan keputusan analitis pada siswa di daerah rawan bencana menuntut adanya intervensi melalui penguatan kapasitas guru. Resiliensi dan kemampuan pengambilan keputusan analitis (analytical decision-making) menjadi kompetensi yang sangat penting untuk dimiliki oleh siswa Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan berbasis edukasi mitigasi bencana yang berfokus pada resiliensi, kemampuan analytical decision making, serta keterampilan guru dalam mengembangkan media pembelajaran kebencanaan. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan 40 guru dari Gugus sekolah di wilayah rawan bencana. Tahapan kegiatan meliputi (1) sosialisasi, (2) pelatihan dan penerapan teknologi, serta (3) pendampingan dan evaluasi. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS melalui uji deskriptif (mean, standar deviasi, dan persentase peningkatan) untuk menilai efektivitas program. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman guru mengenai konsep resiliensi dan pengambilan keputusan, serta keterampilan dalam merancang media edukasi kreatif yang mengintegrasikan mitigasi bencana ke dalam pembelajaran. Simpulan dari pengabdian ini adalah program berhasil meningkatkan kapasitas guru di daerah rawan bencana, meskipun keberlanjutan pendampingan masih diperlukan agar dampaknya lebih optimal dan berkesinambungan.
Copyrights © 2026