Ni Kadek Septiari
Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Resiliensi dan Analytical Decision-Making melalui Pelatihan Media Edukasi Mitigasi Bencana di Gugus IV Sukasada Ida Bagus Made Ludy Paryatna; Putu Adi Krisna Juniarta; I Nyoman Laba Jayanta; Ni Kadek Septiari
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 15 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v15i1.103347

Abstract

Permasalahan rendahnya resiliensi dan keterampilan pengambilan keputusan analitis pada siswa di daerah rawan bencana menuntut adanya intervensi melalui penguatan kapasitas guru. Resiliensi dan kemampuan pengambilan keputusan analitis (analytical decision-making) menjadi kompetensi yang sangat penting untuk dimiliki oleh siswa Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan berbasis edukasi mitigasi bencana yang berfokus pada resiliensi, kemampuan analytical decision making, serta keterampilan guru dalam mengembangkan media pembelajaran kebencanaan. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan 40 guru dari Gugus sekolah di wilayah rawan bencana. Tahapan kegiatan meliputi (1) sosialisasi, (2) pelatihan dan penerapan teknologi, serta (3) pendampingan dan evaluasi. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS melalui uji deskriptif (mean, standar deviasi, dan persentase peningkatan) untuk menilai efektivitas program. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman guru mengenai konsep resiliensi dan pengambilan keputusan, serta keterampilan dalam merancang media edukasi kreatif yang mengintegrasikan mitigasi bencana ke dalam pembelajaran. Simpulan dari pengabdian ini adalah program berhasil meningkatkan kapasitas guru di daerah rawan bencana, meskipun keberlanjutan pendampingan masih diperlukan agar dampaknya lebih optimal dan berkesinambungan. 
Examining the Effectiveness of the Scientific Approach in Indonesian Language Learning to Enhance Elementary Students’ Literacy and Higher-Order Thinking Skills Ni Kadek Septiari; Ni Komang Ari Rahayu; Ni Nyoman Sulandhari Dewi; Putu Lanny Kristina Putri; Putu Eka Krisnayani; Made Shinta Wesiana Dewi; Ida Bagus Putrayasa; Ni Ketut Desia Tristiantari
International Journal of Language and Literature Vol. 10 No. 2 (2026): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijll.v10i2.114917

Abstract

Learning practices remain largely focused on memorization and lower-level comprehension, limiting students' ability to analyze, evaluate, and construct ideas critically. This study aimed to analyze and evaluate the effectiveness of the scientific approach in enhancing elementary school students' literacy skills and HOTS. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Non-Equivalent Control Group Design. The research participants consisted of two fourth-grade classes in an elementary school, comprising 26 students in the experimental group and 26 students in the control group. Data were collected through literacy tests, HOTS tests, and teacher observation sheets. The research instruments were designed to assess students' abilities to comprehend, interpret, evaluate, and respond to texts, as well as their abilities to analyze, evaluate, and generate ideas based on the learning materials. Data were analyzed using descriptive statistics, normality tests, homogeneity tests, Analysis of Covariance (ANCOVA), and N-Gain analysis. The findings revealed that the scientific approach was more effective than conventional instruction in improving students' literacy skills and HOTS. The experimental group also demonstrated better learning improvement than the control group. The study concludes that the scientific approach effectively promotes the integrated development of literacy skills and higher-order thinking skills through active, critical, and reflective learning processes. The findings imply the importance of implementing the scientific approach as a pedagogical foundation for creating meaningful Indonesian language learning that supports the development of twenty-first-century competencies.