Penelitian ini bertujuan menganalisis makna hadis-hadis tentang amanah serta relevansinya terhadap fenomena korupsi di Indonesia melalui pendekatan Ma‘ānī al-Ḥadīṡ. Penelitian ini berangkat dari minimnya kajian yang menghubungkan hadis amanah dengan diskursus korupsi kontemporer secara kontekstual, karena sebagian besar penelitian sebelumnya masih berfokus pada aspek normatif, hukum, atau etika umum. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa hadis-hadis tentang amanah yang dianalisis melalui aspek linguistik, kontekstual, dan substantif untuk menemukan relevansinya dengan tata kelola publik modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amanah dalam hadis tidak hanya bermakna kejujuran personal, tetapi juga mengandung prinsip tanggung jawab atas kewenangan, akuntabilitas jabatan, dan perlindungan terhadap kepentingan publik. Penelitian ini menemukan bahwa korupsi dapat dipahami sebagai bentuk pengkhianatan amanah yang terjadi ketika kewenangan dipisahkan dari tanggung jawab moral dan sosial. Kontribusi penelitian ini terletak pada upaya menempatkan hadis-hadis amanah sebagai landasan konseptual bagi pengembangan etika publik yang memiliki keterkaitan dengan prinsip integritas, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Copyrights © 2026