Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga kerukunan sosial di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan bahasa. Fenomena intoleransi, radikalisme, dan konflik sosial menunjukkan pentingnya penguatan moderasi beragama melalui pendidikan. Al-Qur'an sebagai sumber utama ajaran Islam mengandung nilai-nilai moderasi yang relevan untuk mendukung pengembangan pendidikan multikultural. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari Al-Qur'an, kitab tafsir, buku, artikel jurnal, dan berbagai literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis dan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i) terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan moderasi beragama dan pendidikan multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep moderasi beragama dalam Al-Qur'an berlandaskan pada prinsip wasathiyah (jalan tengah), keadilan (al-'adl), keseimbangan (tawazun), toleransi (tasamuh), dan penghormatan terhadap keberagaman. Nilai-nilai tersebut memiliki keselarasan dengan prinsip pendidikan multikultural yang menekankan penghargaan terhadap perbedaan, persamaan derajat manusia, dialog, kerja sama sosial, dan perdamaian. Integrasi nilai-nilai moderasi beragama ke dalam kurikulum, proses pembelajaran, budaya sekolah, dan pembentukan karakter peserta didik dapat memperkuat pendidikan multikultural di Indonesia. Pendidikan berbasis nilai-nilai Qur'ani berpotensi menjadi sarana strategis dalam membangun generasi yang moderat, toleran, inklusif, serta mampu menjaga persatuan dan kerukunan dalam masyarakat yang majemuk.
Copyrights © 2026