Artikel ini bertujuan menganalisis manajemen konflik dan negosiasi sebagai kompetensi penting dalam pengelolaan organisasi. Naskah direvisi ke dalam format IMRAD menggunakan metode tinjauan literatur integratif. Sumber kajian meliputi buku dan artikel ilmiah mengenai konflik organisasi, gaya manajemen konflik, komunikasi, dan strategi negosiasi. Analisis dilakukan secara tematik dengan mengelompokkan literatur ke dalam konsep jenis konflik, gaya penanganan konflik, tahap negosiasi, serta implikasinya terhadap hubungan kerja dan efektivitas organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa konflik merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari karena anggota organisasi memiliki perbedaan kepentingan, peran, sumber daya, dan cara pandang. Konflik dapat bersifat destruktif apabila dibiarkan, tetapi dapat menjadi konstruktif apabila dikelola melalui diagnosis masalah, komunikasi terbuka, pemilihan gaya konflik yang tepat, dan negosiasi berbasis kepentingan. Gaya kolaborasi dan negosiasi integratif dinilai paling konstruktif untuk konflik yang kompleks karena berorientasi pada solusi saling menguntungkan. Pembahasan menekankan pentingnya kepemimpinan, etika komunikasi, dan dokumentasi kesepakatan. Kesimpulannya, organisasi perlu mengembangkan keterampilan manajemen konflik dan negosiasi untuk membangun lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan adaptif.
Copyrights © 2026